Earthing Switch
Earthing Switch (Pisau Bumi) adalah peralatan proteksi yang digunakan untuk mengalirkan arus hubung singkat ke tanah secara aman. Fungsinya untuk melindungi personel dan peralatan saat perawatan dengan memastikan bagian konduktor yang sedang dikerjakan benar-benar dalam kondisi netral (grounded).
Pengertian, Fungsi, dan Prinsip Kerja
Earthing Switch, atau dikenal juga sebagai Pisau Bumi atau Grounding Switch, adalah sebuah perangkat mekanis yang dirancang khusus untuk menghubungkan bagian konduktor dari suatu sistem tenaga listrik (seperti busbar, kabel, atau peralatan) ke sistem pembumian (ground) secara fisik dan langsung. Tujuan utamanya bukan untuk memutus arus seperti Circuit Breaker, melainkan untuk memberikan jalur impedansi rendah ke tanah, sehingga menetralkan tegangan pada konduktor tersebut.
Fungsi utamanya adalah sebagai alat pengaman kerja (safety device). Saat perawatan, isolasi, atau perbaikan peralatan gardu induk atau saluran transmisi, bagian yang akan dikerjakan harus diisolasi dari sumber tegangan dan kemudian dibumikan. Earthing Switch dipasang setelah peralatan dipastikan tidak bertegangan oleh pemisah (disconnector). Dengan menutup (menghubungkan) earthing switch, konduktor dijamin memiliki potensial yang sama dengan tanah, sehingga aman bagi personel untuk bekerja. Prinsip kerjanya adalah dengan menyediakan kontak mekanis yang kuat dan tahan terhadap arus hubung singkat dalam waktu singkat (biasanya 1-3 detik).
Penerapan dan Jenis dalam Sistem Tenaga Listrik
Dalam sistem ketenagalistrikan, Earthing Switch dipasang secara strategis di berbagai titik kritis. Di Gardu Induk (GI), earthing switch biasanya terintegrasi dengan pemisah (disconnector) atau dipasang terpisah pada setiap sisi peralatan seperti transformator, pemutus tenaga (circuit breaker), dan busbar. Pada saluran transmisi, earthing switch dipasang di kedua ujung saluran di dalam gardu untuk membumikan kabel udara atau kabel tanah saat perawatan. Pemasangannya wajib mengikuti prosedur Lock Out Tag Out (LOTO) untuk mencegah kesalahan operasi yang berbahaya.
Terdapat beberapa jenis Earthing Switch berdasarkan konstruksi dan kebutuhan. Jenis yang umum adalah Maintenance Earthing Switch, yang dirancang hanya untuk membumikan peralatan yang sudah tidak bertegangan. Jenis lain adalah High Speed Earthing Switch (HSES), yang mampu menutup dengan sangat cepat dan digunakan dalam skema proteksi khusus, misalnya untuk membumikan arus lebih akibat gangguan pada saluran gas insulated switchgear (GIS). Selain itu, ada juga Portable Earthing Device (perangkat pembumian portabel) yang digunakan untuk pekerjaan di lapangan sebagai pelengkap proteksi. Semua jenis ini harus memenuhi standar kemampuan termal (arus hubung singkat) dan dinamik yang ditetapkan.
Pentingnya earthing switch diatur dalam peraturan keselamatan ketenagalistrikan, seperti yang diterbitkan oleh Kementerian ESDM. Pengoperasiannya merupakan bagian dari prosedur keselamatan kerja yang ketat untuk mencegah kecelakaan akibat tegangan induksi, kesalahan sumber, atau pelepasan muatan statis yang masih tersimpan pada peralatan.
15 Kamus Lainnya
Automatic Voltage Regulator (AVR)
Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat atau sistem yang secara otomatis menjaga tegangan listrik pada nilai yang stabil dan konstan.…
Baca Detail »Black Start Capability
Black Start Capability adalah kemampuan pembangkit listrik untuk memulai operasi dan menghasilkan daya listrik tanpa bergantung pada sumber listrik eksternal…
Baca Detail »Bus Differential Protection
Bus Differential Protection adalah skema proteksi utama yang melindungi busbar di gardu induk dan pembangkit listrik. Ia bekerja dengan membandingkan…
Baca Detail »Distance Protection Relay
Distance Protection Relay adalah relai proteksi yang bekerja berdasarkan impedansi saluran untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan di sistem tenaga listrik.…
Baca Detail »Generator Step Up Transformer (GSU)
Generator Step Up Transformer (GSU) adalah transformator daya berkapasitas besar yang berfungsi menaikkan tegangan listrik keluaran generator pembangkit (misalnya 15…
Baca Detail »Governor Control System
Governor Control System adalah sistem kendali otomatis yang mengatur kecepatan putar dan daya keluaran turbin pada pembangkit listrik untuk menjaga…
Baca Detail »Heat Rate Performance
Heat Rate adalah parameter efisiensi termal pembangkit listrik yang mengukur konsumsi energi panas (bahan bakar) untuk menghasilkan satu unit energi…
Baca Detail »Isolated Phase Busduct (IPB)
Isolated Phase Busduct (IPB) adalah sistem konduktor berinsulasi gas yang dirancang untuk menyalurkan arus listrik sangat besar dari generator ke…
Baca Detail »Non Spinning Reserve
Non-Spinning Reserve adalah kapasitas pembangkit listrik yang dapat disiapkan dan disinkronkan ke sistem dengan cepat (biasanya dalam 10-30 menit) untuk…
Baca Detail »Power Factor Correction
Power Factor Correction (PFC) atau Koreksi Faktor Daya adalah teknik untuk meningkatkan faktor daya (cos φ) dengan mengurangi daya reaktif…
Baca Detail »Reactive Power Compensation
Reactive Power Compensation adalah teknik untuk mengatur daya reaktif (VAR) dalam sistem kelistrikan guna meningkatkan stabilitas tegangan, efisiensi transmisi, dan…
Baca Detail »Spinning Reserve Margin
Spinning Reserve Margin adalah kapasitas pembangkit listrik yang tersinkronisasi dengan sistem dan siap langsung digunakan untuk menanggapi fluktuasi beban atau…
Baca Detail »Station Service Transformer (SST)
Station Service Transformer (SST) adalah trafo daya khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik…
Baca Detail »Unit Auxiliary Transformer (UAT)
Unit Auxiliary Transformer (UAT) adalah trafo khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik atau…
Baca Detail »PLTU
PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) mengubah energi kimia bahan bakar (batu bara, gas, minyak) menjadi listrik melalui siklus Rankine. Bahan…
Baca Detail »Layanan SIUJPTL.co.id
IUJPTL Seluruh Indonesia
12 Pembangkit Utama Indonesia
PLTU Paiton
- Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
- 4608 MW
- PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
- Beroperasi
PLTU Batang
- Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
- 2000 MW
- PT Bhimasena Power Indonesia
- Beroperasi
PLTU Jawa 7
- Kab. Serang, Banten
- 2100 MW
- PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
- Beroperasi
PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)
- Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
- 660 MW
- PT Cirebon Electric Power
- Beroperasi
PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)
- Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
- 1320 MW
- PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
- Beroperasi
Artikel Terbaru
Investasi PLTS Atap Perusahaan: Bagaimana memulainya?
Optimalkan investasi PLTS atap perusahaan untuk efisiensi biaya energi. Pahami regulasi terbaru & m…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Mekanisme Power Purchase Agreement Indonesia & Aturan PJBL Terbaru
Panduan lengkap mekanisme Power Purchase Agreement (PPA) atau PJBL di Indonesia. Pelajari tahapan k…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Skema Bisnis IPP Pembangkit Listrik: Panduan Investasi dan Regulasi
Pelajari skema bisnis IPP pembangkit listrik di Indonesia. Analisis peluang RUPTL, struktur PPA, mo…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Panduan Studi Kelayakan Proyek Pembangkit Listrik dan Izin 2026
Pelajari regulasi studi kelayakan proyek pembangkit listrik terbaru 2025. Pastikan kepatuhan IUJPTL…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Syarat CV dan Legalitas Usaha Jasa Listrik Lengkap 2025
Pahami syarat CV untuk jasa penunjang tenaga listrik dan pengurusan IUJPTL terbaru. Pastikan legali…
31 Dec 2025
Baca artikel »
Persyaratan Membuat PT untuk Usaha Jasa Ketenagalistrikan
Pahami persyaratan membuat PT jasa ketenagalistrikan terbaru 2025. Panduan IUJPTL, NIB, dan regulas…
30 Dec 2025
Baca artikel »