Feeder Distribution
Feeder Distribution adalah jaringan listrik tegangan menengah (20 kV) yang mendistribusikan daya dari Gardu Induk (GI) ke Gardu Distribusi (GD) atau pelanggan besar. Fungsinya sebagai 'urat nadi' yang membawa pasokan listrik ke area-area tertentu sebelum diturunkan ke tegangan rendah.
Pengertian dan Peran dalam Sistem Distribusi
Dalam hierarki sistem ketenagalistrikan, Feeder Distribution menempati posisi setelah sistem transmisi. Gardu Induk (GI) menurunkan tegangan transmisi (150 kV atau 70 kV) menjadi tegangan menengah (20 kV). Dari GI, daya dialirkan melalui beberapa saluran keluar yang disebut feeder. Setiap feeder bertugas melayani wilayah geografis tertentu, seperti satu kecamatan atau kawasan industri, dengan kapasitas dan jangkauan yang telah direncanakan.
Feeder dapat diibaratkan sebagai jalan tol utama yang membawa arus listrik dari kota (Gardu Induk) menuju berbagai perumahan dan kompleks (Gardu Distribusi). Konfigurasinya dapat berupa radial (satu sumber, seperti cabang pohon), loop (membentuk ring), atau interkoneksi untuk meningkatkan keandalan. Pemilihan konfigurasi ini sangat mempengaruhi kualitas dan kontinuitas pasokan listrik ke pelanggan.
Pengelolaan feeder yang baik sangat krusial. Beban pada setiap feeder harus dipantau agar tidak melebihi kapasitasnya untuk mencegah overheating dan gangguan. Selain itu, segmentasi feeder dengan menggunakan recloser atau sectionalizer memungkinkan isolasi bagian yang terganggu, sehingga pemadaman tidak meluas ke seluruh area yang dilayani feeder tersebut.
Proteksi dan Pengamanan pada Feeder
Karena langsung berhubungan dengan pasokan ke banyak pelanggan, feeder dilengkapi dengan sistem proteksi yang canggih. Perangkat utama pengaman feeder adalah Circuit Breaker (Pemutus Tenaga) yang dipasang di Gardu Induk. Circuit Breaker ini dikendalikan oleh relay proteksi yang terkalibrasi untuk mendeteksi gangguan seperti hubung singkat (short circuit) dan beban lebih (overload). Saat gangguan terdeteksi, relay akan memerintahkan circuit breaker untuk membuka dan memutus aliran listrik ke feeder yang bermasalah.
Untuk meningkatkan keandalan, sering dipasang perangkat Recloser atau Sectionalizer di sepanjang jalur feeder. Recloser adalah pemutus tenaga otomatis yang dapat memutus dan menyambung kembali aliran listrik beberapa kali secara otomatis. Fitur ini berguna untuk menghilangkan gangguan sementara, seperti ranting pohon yang menyentuh kabel. Jika gangguan bersifat permanen, recloser akan mengunci pada posisi terbuka dan mengisolasi segmen tersebut.
Selain proteksi terhadap gangguan, sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) digunakan untuk memantau kondisi feeder secara real-time dari pusat kendali. Operator dapat melihat besaran arus, tegangan, dan status perangkat pada peta digital, memungkinkan respon yang cepat saat terjadi gangguan. Integrasi antara perangkat proteksi fisik dan sistem monitoring digital ini merupakan tulang punggung dalam menciptakan sistem distribusi yang tangguh dan minim gangguan.
15 Kamus Lainnya
Automatic Voltage Regulator (AVR)
Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat atau sistem yang secara otomatis menjaga tegangan listrik pada nilai yang stabil dan konstan.…
Baca Detail »Black Start Capability
Black Start Capability adalah kemampuan pembangkit listrik untuk memulai operasi dan menghasilkan daya listrik tanpa bergantung pada sumber listrik eksternal…
Baca Detail »Bus Differential Protection
Bus Differential Protection adalah skema proteksi utama yang melindungi busbar di gardu induk dan pembangkit listrik. Ia bekerja dengan membandingkan…
Baca Detail »Distance Protection Relay
Distance Protection Relay adalah relai proteksi yang bekerja berdasarkan impedansi saluran untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan di sistem tenaga listrik.…
Baca Detail »Generator Step Up Transformer (GSU)
Generator Step Up Transformer (GSU) adalah transformator daya berkapasitas besar yang berfungsi menaikkan tegangan listrik keluaran generator pembangkit (misalnya 15…
Baca Detail »Governor Control System
Governor Control System adalah sistem kendali otomatis yang mengatur kecepatan putar dan daya keluaran turbin pada pembangkit listrik untuk menjaga…
Baca Detail »Heat Rate Performance
Heat Rate adalah parameter efisiensi termal pembangkit listrik yang mengukur konsumsi energi panas (bahan bakar) untuk menghasilkan satu unit energi…
Baca Detail »Isolated Phase Busduct (IPB)
Isolated Phase Busduct (IPB) adalah sistem konduktor berinsulasi gas yang dirancang untuk menyalurkan arus listrik sangat besar dari generator ke…
Baca Detail »Non Spinning Reserve
Non-Spinning Reserve adalah kapasitas pembangkit listrik yang dapat disiapkan dan disinkronkan ke sistem dengan cepat (biasanya dalam 10-30 menit) untuk…
Baca Detail »Power Factor Correction
Power Factor Correction (PFC) atau Koreksi Faktor Daya adalah teknik untuk meningkatkan faktor daya (cos φ) dengan mengurangi daya reaktif…
Baca Detail »Reactive Power Compensation
Reactive Power Compensation adalah teknik untuk mengatur daya reaktif (VAR) dalam sistem kelistrikan guna meningkatkan stabilitas tegangan, efisiensi transmisi, dan…
Baca Detail »Spinning Reserve Margin
Spinning Reserve Margin adalah kapasitas pembangkit listrik yang tersinkronisasi dengan sistem dan siap langsung digunakan untuk menanggapi fluktuasi beban atau…
Baca Detail »Station Service Transformer (SST)
Station Service Transformer (SST) adalah trafo daya khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik…
Baca Detail »Unit Auxiliary Transformer (UAT)
Unit Auxiliary Transformer (UAT) adalah trafo khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik atau…
Baca Detail »PLTU
PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) mengubah energi kimia bahan bakar (batu bara, gas, minyak) menjadi listrik melalui siklus Rankine. Bahan…
Baca Detail »Layanan SIUJPTL.co.id
IUJPTL Seluruh Indonesia
12 Pembangkit Utama Indonesia
PLTU Paiton
- Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
- 4608 MW
- PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
- Beroperasi
PLTU Batang
- Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
- 2000 MW
- PT Bhimasena Power Indonesia
- Beroperasi
PLTU Jawa 7
- Kab. Serang, Banten
- 2100 MW
- PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
- Beroperasi
PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)
- Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
- 660 MW
- PT Cirebon Electric Power
- Beroperasi
PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)
- Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
- 1320 MW
- PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
- Beroperasi
Artikel Terbaru
Investasi PLTS Atap Perusahaan: Bagaimana memulainya?
Optimalkan investasi PLTS atap perusahaan untuk efisiensi biaya energi. Pahami regulasi terbaru & m…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Mekanisme Power Purchase Agreement Indonesia & Aturan PJBL Terbaru
Panduan lengkap mekanisme Power Purchase Agreement (PPA) atau PJBL di Indonesia. Pelajari tahapan k…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Skema Bisnis IPP Pembangkit Listrik: Panduan Investasi dan Regulasi
Pelajari skema bisnis IPP pembangkit listrik di Indonesia. Analisis peluang RUPTL, struktur PPA, mo…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Panduan Studi Kelayakan Proyek Pembangkit Listrik dan Izin 2026
Pelajari regulasi studi kelayakan proyek pembangkit listrik terbaru 2025. Pastikan kepatuhan IUJPTL…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Syarat CV dan Legalitas Usaha Jasa Listrik Lengkap 2025
Pahami syarat CV untuk jasa penunjang tenaga listrik dan pengurusan IUJPTL terbaru. Pastikan legali…
31 Dec 2025
Baca artikel »
Persyaratan Membuat PT untuk Usaha Jasa Ketenagalistrikan
Pahami persyaratan membuat PT jasa ketenagalistrikan terbaru 2025. Panduan IUJPTL, NIB, dan regulas…
30 Dec 2025
Baca artikel »