Recloser
Recloser adalah perangkat proteksi otomatis pada jaringan distribusi listrik yang berfungsi untuk memutus dan menyambung kembali sirkuit saat terjadi gangguan sementara (seperti pohon tumbang atau sambaran petir) guna meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Pengertian, Prinsip Kerja, dan Fungsi Utama
Recloser (Penyambung Kembali Otomatis) adalah perangkat sakelar pemutus daya yang dilengkapi dengan sistem kontrol cerdas. Perangkat ini dipasang pada jaringan distribusi tegangan menengah (20 kV) untuk secara otomatis mendeteksi, memutuskan, dan mencoba menyambung kembali aliran listrik saat terjadi gangguan. Tujuannya adalah membedakan antara gangguan sementara (transien) yang dapat hilang dengan sendirinya dan gangguan permanen yang memerlukan intervensi manual.
Prinsip kerjanya berdasarkan urutan operasi (reclosing sequence). Saat gangguan terdeteksi, recloser akan membuka (trip) untuk memutus arus. Setelah jeda waktu mati (dead time) yang telah ditetapkan, recloser akan menutup (close) secara otomatis untuk mencoba menyambung kembali. Jika gangguan masih ada, ia akan trip lagi. Urutan ini (biasanya 1-3 kali percobaan) berlanjut hingga gangguan hilang (dan sirkuit normal) atau hingga mencapai batas maksimum percobaan, setelah itu recloser akan mengunci (lockout) dan membutuhkan reset manual.
Fungsi utamanya adalah meningkatkan keandalan (reliability) dan ketersediaan (availability) pasokan listrik. Dengan mengisolasi gangguan sementara secara cepat dan otomatis, recloser mencegah pemadaman luas yang tidak perlu. Ia juga berfungsi sebagai perangkat proteksi dengan karakteristik waktu-arus (TCC) yang dapat disetel, melindungi peralatan dari arus lebih, dan bekerja sama dengan fuse (sekering) di jaringan untuk melakukan koordinasi proteksi yang selektif.
Penerapan, Manfaat, dan Peran dalam Sistem Kelistrikan
Dalam sistem ketenagalistrikan, recloser umumnya dipasang pada penyulang (feeder) di jaringan distribusi PLN, baik di tiang (pole-mounted) maupun di gardu (substation-mounted). Penerapannya sangat krusial di daerah dengan gangguan transien tinggi, seperti daerah berhutan (gangguan pohon) atau daerah dengan cuaca ekstrem (petir dan angin kencang). Recloser juga menjadi komponen kunci dalam konsep jaringan pintar (smart grid), di mana komunikasi dan kontrolnya dapat diintegrasikan dengan SCADA untuk pemantauan dan operasi jarak jauh.
Manfaat utama recloser adalah pengurangan durasi dan skala pemadaman (SAIDI & SAIFI). Dengan reklosing otomatis, banyak pelanggan hanya merasakan kedipan listrik (momentary interruption) alih-alih pemadaman berkepanjangan. Ini meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi kerugian ekonomi. Selain itu, recloser melindungi transformator distribusi dan peralatan lainnya dengan membatasi paparan terhadap arus gangguan.
Peran recloser dalam proteksi sistem adalah sebagai 'penjaga pertama'. Ia berkoordinasi dengan perangkat proteksi hulu (di gardu induk) dan hilir (sekering). Dalam skema proteksi berjenjang, recloser dirancang untuk beroperasi lebih cepat daripada pemutus gardu induk namun lebih lambat daripada sekering cabang, sehingga hanya bagian jaringan yang terganggu saja yang terisolasi. Dengan demikian, stabilitas dan kontinuitas sistem tenaga listrik secara keseluruhan dapat terjaga dengan lebih baik.
15 Kamus Lainnya
Automatic Voltage Regulator (AVR)
Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat atau sistem yang secara otomatis menjaga tegangan listrik pada nilai yang stabil dan konstan.…
Baca Detail »Black Start Capability
Black Start Capability adalah kemampuan pembangkit listrik untuk memulai operasi dan menghasilkan daya listrik tanpa bergantung pada sumber listrik eksternal…
Baca Detail »Bus Differential Protection
Bus Differential Protection adalah skema proteksi utama yang melindungi busbar di gardu induk dan pembangkit listrik. Ia bekerja dengan membandingkan…
Baca Detail »Distance Protection Relay
Distance Protection Relay adalah relai proteksi yang bekerja berdasarkan impedansi saluran untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan di sistem tenaga listrik.…
Baca Detail »Generator Step Up Transformer (GSU)
Generator Step Up Transformer (GSU) adalah transformator daya berkapasitas besar yang berfungsi menaikkan tegangan listrik keluaran generator pembangkit (misalnya 15…
Baca Detail »Governor Control System
Governor Control System adalah sistem kendali otomatis yang mengatur kecepatan putar dan daya keluaran turbin pada pembangkit listrik untuk menjaga…
Baca Detail »Heat Rate Performance
Heat Rate adalah parameter efisiensi termal pembangkit listrik yang mengukur konsumsi energi panas (bahan bakar) untuk menghasilkan satu unit energi…
Baca Detail »Isolated Phase Busduct (IPB)
Isolated Phase Busduct (IPB) adalah sistem konduktor berinsulasi gas yang dirancang untuk menyalurkan arus listrik sangat besar dari generator ke…
Baca Detail »Non Spinning Reserve
Non-Spinning Reserve adalah kapasitas pembangkit listrik yang dapat disiapkan dan disinkronkan ke sistem dengan cepat (biasanya dalam 10-30 menit) untuk…
Baca Detail »Power Factor Correction
Power Factor Correction (PFC) atau Koreksi Faktor Daya adalah teknik untuk meningkatkan faktor daya (cos φ) dengan mengurangi daya reaktif…
Baca Detail »Reactive Power Compensation
Reactive Power Compensation adalah teknik untuk mengatur daya reaktif (VAR) dalam sistem kelistrikan guna meningkatkan stabilitas tegangan, efisiensi transmisi, dan…
Baca Detail »Spinning Reserve Margin
Spinning Reserve Margin adalah kapasitas pembangkit listrik yang tersinkronisasi dengan sistem dan siap langsung digunakan untuk menanggapi fluktuasi beban atau…
Baca Detail »Station Service Transformer (SST)
Station Service Transformer (SST) adalah trafo daya khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik…
Baca Detail »Unit Auxiliary Transformer (UAT)
Unit Auxiliary Transformer (UAT) adalah trafo khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik atau…
Baca Detail »PLTU
PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) mengubah energi kimia bahan bakar (batu bara, gas, minyak) menjadi listrik melalui siklus Rankine. Bahan…
Baca Detail »Layanan SIUJPTL.co.id
IUJPTL Seluruh Indonesia
12 Pembangkit Utama Indonesia
PLTU Paiton
- Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
- 4608 MW
- PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
- Beroperasi
PLTU Batang
- Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
- 2000 MW
- PT Bhimasena Power Indonesia
- Beroperasi
PLTU Jawa 7
- Kab. Serang, Banten
- 2100 MW
- PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
- Beroperasi
PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)
- Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
- 660 MW
- PT Cirebon Electric Power
- Beroperasi
PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)
- Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
- 1320 MW
- PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
- Beroperasi
Artikel Terbaru
Investasi PLTS Atap Perusahaan: Bagaimana memulainya?
Optimalkan investasi PLTS atap perusahaan untuk efisiensi biaya energi. Pahami regulasi terbaru & m…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Mekanisme Power Purchase Agreement Indonesia & Aturan PJBL Terbaru
Panduan lengkap mekanisme Power Purchase Agreement (PPA) atau PJBL di Indonesia. Pelajari tahapan k…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Skema Bisnis IPP Pembangkit Listrik: Panduan Investasi dan Regulasi
Pelajari skema bisnis IPP pembangkit listrik di Indonesia. Analisis peluang RUPTL, struktur PPA, mo…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Panduan Studi Kelayakan Proyek Pembangkit Listrik dan Izin 2026
Pelajari regulasi studi kelayakan proyek pembangkit listrik terbaru 2025. Pastikan kepatuhan IUJPTL…
15 Mar 2026
Baca artikel »
Syarat CV dan Legalitas Usaha Jasa Listrik Lengkap 2025
Pahami syarat CV untuk jasa penunjang tenaga listrik dan pengurusan IUJPTL terbaru. Pastikan legali…
31 Dec 2025
Baca artikel »
Persyaratan Membuat PT untuk Usaha Jasa Ketenagalistrikan
Pahami persyaratan membuat PT jasa ketenagalistrikan terbaru 2025. Panduan IUJPTL, NIB, dan regulas…
30 Dec 2025
Baca artikel »