Tidal Barrage Power Plant

Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut (Tidal Barrage Power Plant) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan perbedaan ketinggian air laut akibat pasang surut untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik. Fungsinya menyediakan energi terbarukan yang dapat diprediksi karena siklus pasang surut sangat teratur.

Pengertian dan Prinsip Kerja

Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut (Tidal Barrage) adalah jenis pembangkit listrik yang memanfaatkan energi kinetik dan potensial dari pergerakan air laut akibat fenomena pasang surut. Konsepnya mirip dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) konvensional, tetapi menggunakan air laut sebagai fluida kerjanya. Inti dari sistem ini adalah sebuah bendungan panjang (barrage) yang dibangun melintasi teluk atau muara sungai yang memiliki perbedaan ketinggian air yang signifikan antara pasang dan surut.

Prinsip kerjanya dimulai dengan menutup gerbang bendungan (barrage) saat air laut pasang, sehingga menahan volume air di belakangnya. Ketika air laut surut, terjadi perbedaan ketinggian (head) antara air yang tertahan di belakang bendungan dan permukaan laut di sisi luar. Air yang tertahan ini kemudian dialirkan melalui turbin yang terpasang di dalam tubuh bendungan. Aliran air inilah yang menggerakkan turbin, yang kemudian memutar generator untuk menghasilkan energi listrik. Beberapa desain juga dapat menghasilkan listrik saat fase pasang (air mengisi waduk) maupun surut (air mengalir keluar).

Keunggulan utama sistem ini adalah prediktabilitasnya. Berbeda dengan energi angin dan matahari yang bersifat intermiten, pasang surut dapat diprediksi dengan sangat akurat hingga ratusan tahun ke depan karena disebabkan oleh gaya gravitasi bulan dan matahari. Hal ini memudahkan dalam perencanaan operasi dan integrasi dengan jaringan listrik (grid). Namun, pembangunannya membutuhkan investasi modal yang sangat besar dan dapat berdampak ekologis terhadap ekosistem estuaria serta sedimentasi.

Integrasi dengan Sistem Ketenagalistrikan dan Tantangan

Dari sisi ketenagalistrikan, listrik yang dihasilkan oleh Tidal Barrage harus diintegrasikan ke dalam jaringan transmisi dan distribusi. Daya keluaran generator biasanya dalam skala besar (puluhan hingga ratusan Megawatt), sehingga memerlukan sistem pentransmisian tegangan tinggi untuk disalurkan ke pusat beban. Seperti pembangkit lainnya, listrik yang dihasilkan (biasanya AC) dinaikkan tegangannya melalui transformator step-up di gardu induk pembangkit sebelum disalurkan ke jaringan transmisi.

Pada aspek proteksi listrik, pembangkit ini memerlukan sistem proteksi yang komprehensif untuk melindungi generator, transformator, dan peralatan kelistrikan lainnya dari gangguan seperti hubung singkat, beban lebih, atau gangguan isolasi akibat lingkungan laut yang korosif. Sistem kontrol dan proteksi juga harus mengatur pola operasi turbin yang bergantung pada siklus pasang surut, yang dapat berubah-ubah beberapa kali dalam sehari.

Tantangan teknis utama selain biaya konstruksi adalah sifat intermiten dalam siklus harian. Meski dapat diprediksi, daya yang dihasilkan tidak konstan karena bergantung pada fase pasang-surut. Hal ini memerlukan strategi operasi sistem kelistrikan yang cermat, seperti dikombinasikan dengan pembangkit lain (misalnya PLTA pump storage) atau sistem penyimpanan energi (baterai) untuk menyeimbangkan pasokan listrik ke grid. Di Indonesia, potensi energi pasang surut cukup besar, terutama di daerah seperti Selat Lombok dan Pantai Selatan Jawa, namun pengembangannya masih dalam tahap penelitian dan studi kelayakan karena kompleksitas teknis dan lingkungan.

15 Kamus Lainnya

Automatic Voltage Regulator (AVR)

Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat atau sistem yang secara otomatis menjaga tegangan listrik pada nilai yang stabil dan konstan.…

Baca Detail »

Black Start Capability

Black Start Capability adalah kemampuan pembangkit listrik untuk memulai operasi dan menghasilkan daya listrik tanpa bergantung pada sumber listrik eksternal…

Baca Detail »

Bus Differential Protection

Bus Differential Protection adalah skema proteksi utama yang melindungi busbar di gardu induk dan pembangkit listrik. Ia bekerja dengan membandingkan…

Baca Detail »

Distance Protection Relay

Distance Protection Relay adalah relai proteksi yang bekerja berdasarkan impedansi saluran untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan di sistem tenaga listrik.…

Baca Detail »

Generator Step Up Transformer (GSU)

Generator Step Up Transformer (GSU) adalah transformator daya berkapasitas besar yang berfungsi menaikkan tegangan listrik keluaran generator pembangkit (misalnya 15…

Baca Detail »

Governor Control System

Governor Control System adalah sistem kendali otomatis yang mengatur kecepatan putar dan daya keluaran turbin pada pembangkit listrik untuk menjaga…

Baca Detail »

Heat Rate Performance

Heat Rate adalah parameter efisiensi termal pembangkit listrik yang mengukur konsumsi energi panas (bahan bakar) untuk menghasilkan satu unit energi…

Baca Detail »

Isolated Phase Busduct (IPB)

Isolated Phase Busduct (IPB) adalah sistem konduktor berinsulasi gas yang dirancang untuk menyalurkan arus listrik sangat besar dari generator ke…

Baca Detail »

Non Spinning Reserve

Non-Spinning Reserve adalah kapasitas pembangkit listrik yang dapat disiapkan dan disinkronkan ke sistem dengan cepat (biasanya dalam 10-30 menit) untuk…

Baca Detail »

Power Factor Correction

Power Factor Correction (PFC) atau Koreksi Faktor Daya adalah teknik untuk meningkatkan faktor daya (cos φ) dengan mengurangi daya reaktif…

Baca Detail »

Reactive Power Compensation

Reactive Power Compensation adalah teknik untuk mengatur daya reaktif (VAR) dalam sistem kelistrikan guna meningkatkan stabilitas tegangan, efisiensi transmisi, dan…

Baca Detail »

Spinning Reserve Margin

Spinning Reserve Margin adalah kapasitas pembangkit listrik yang tersinkronisasi dengan sistem dan siap langsung digunakan untuk menanggapi fluktuasi beban atau…

Baca Detail »

Station Service Transformer (SST)

Station Service Transformer (SST) adalah trafo daya khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik…

Baca Detail »

Unit Auxiliary Transformer (UAT)

Unit Auxiliary Transformer (UAT) adalah trafo khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik atau…

Baca Detail »

PLTU

PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) mengubah energi kimia bahan bakar (batu bara, gas, minyak) menjadi listrik melalui siklus Rankine. Bahan…

Baca Detail »

12 Pembangkit Utama Indonesia

PLTU Paiton

  • Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
  • 4608 MW
  • PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Suralaya

  • Pulomerak, Cilegon, Banten
  • 3440 MW
  • PT Indonesia Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Batang

  • Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
  • 2000 MW
  • PT Bhimasena Power Indonesia
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Jawa 7

  • Kab. Serang, Banten
  • 2100 MW
  • PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Tanjung Jati B

  • Jepara, Jawa Tengah
  • 1320 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)

  • Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 660 MW
  • PT Cirebon Electric Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 2

  • Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 1000 MW
  • PT Cirebon Energi Prasarana
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)

  • Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
  • 1320 MW
  • PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Indramayu

  • Kab. Indramayu, Jawa Barat
  • 990 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Rembang

  • Kab. Rembang, Jawa Tengah
  • 630 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Tanjung Awar-Awar

  • Tuban, Jawa Timur
  • 700 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Pacitan

  • Pacitan, Jawa Timur
  • 630 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

Artikel Terbaru

Investasi PLTS Atap Perusahaan: Bagaimana memulainya?

Investasi PLTS Atap Perusahaan: Bagaimana memulainya?

Optimalkan investasi PLTS atap perusahaan untuk efisiensi biaya energi. Pahami regulasi terbaru & m…

15 Mar 2026

Baca artikel »
Mekanisme Power Purchase Agreement Indonesia & Aturan PJBL Terbaru

Mekanisme Power Purchase Agreement Indonesia & Aturan PJBL Terbaru

Panduan lengkap mekanisme Power Purchase Agreement (PPA) atau PJBL di Indonesia. Pelajari tahapan k…

15 Mar 2026

Baca artikel »
Skema Bisnis IPP Pembangkit Listrik: Panduan Investasi dan Regulasi

Skema Bisnis IPP Pembangkit Listrik: Panduan Investasi dan Regulasi

Pelajari skema bisnis IPP pembangkit listrik di Indonesia. Analisis peluang RUPTL, struktur PPA, mo…

15 Mar 2026

Baca artikel »
Panduan Studi Kelayakan Proyek Pembangkit Listrik dan Izin 2026

Panduan Studi Kelayakan Proyek Pembangkit Listrik dan Izin 2026

Pelajari regulasi studi kelayakan proyek pembangkit listrik terbaru 2025. Pastikan kepatuhan IUJPTL…

15 Mar 2026

Baca artikel »
Syarat CV dan Legalitas Usaha Jasa Listrik Lengkap 2025

Syarat CV dan Legalitas Usaha Jasa Listrik Lengkap 2025

Pahami syarat CV untuk jasa penunjang tenaga listrik dan pengurusan IUJPTL terbaru. Pastikan legali…

31 Dec 2025

Baca artikel »
Persyaratan Membuat PT untuk Usaha Jasa Ketenagalistrikan

Persyaratan Membuat PT untuk Usaha Jasa Ketenagalistrikan

Pahami persyaratan membuat PT jasa ketenagalistrikan terbaru 2025. Panduan IUJPTL, NIB, dan regulas…

30 Dec 2025

Baca artikel »