Konsultan Surat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SIUJPTL)
Cut Hanti
1 day ago

Perbedaan Calmshell, Dragline, Backhoe dan Power Shovel

Perbedaan Calmshell, Dragline, Backhoe dan Power Shovel - Macam-macam alat gali antara lain backhoe atau pull shovel, power shovel atau dikenal sebagai front shovel menggunakan prime mover excavator, dragline bisa wheel (roda ban) atau crawler (roda rantai) dan calmshel. Dalam hal ini backhoe dan front shovel disebut juga hidrolis karena bucket yang digerakkan secara hidrolis. Pemilihan alat tergantung dari kemampuan alat tersebut pada suatu kondisi lapangan tertentu. Perbedaannya terletak pada benda yang dipasang dibagian depan, akan tetapi semua alat tersebut mempunyai kesamaan pada alat penggerak yaitu roda ban atau crawler.

Perbedaan Calmshell, Dragline, Backhoe dan Power Shovel

Gambar Perbedaan Calmshell, Dragline, Backhoe dan Power Shovel

Backhoe

 Alat dari golongan shovel yang khusus dibuat untuk menggali material di bawah permukaan tanah atau di bawah tempat kedudukan alatnya. Sebuah alat berat yang dipergunakan untuk melakukan pekerjaan penggalian material keras. Fungsinya hampir sama dengan dragline dan calmshel, tetapi dapat menggali dengan kedalaman yang jauh lebih teliti yang akan didapatkan hasil galian rata dan bisa dipergunakan sebagai alat muat. Dalam pemilihan kapasitas bucket backhoe disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilakukan.

Pengoperasian backhoe umumnya untuk penggalian saluran, terowongan atau basement, yang terdiri dari alat penggerak berupa crawler atau ban, boom, strick dan bucket. Backhoe sama seperti front shovel dimana jenis material mempengaruhi didalam perhitungan produktifitas.

Karena jangkauan konstruksinya, backhoe lebih menguntungkan untuk penggalian jarak dekat dan memuat hasil galian ke truk. Gerakan Backhoe dalam beroperasi yaitu:

  • Mengisi bucket (land bucket).
  • Mengayun saat terisi (swing loaded).
  • Membongkar muatan (dump bucket).
  • Mengayun balik (swing empty) pada backhoe besar.

Tipe backhoe dibedakan dalam beberapa hal yaitu:

  • Alat kendali, seperti kendali kabel (cable controlled) dan kendali hidrolis (hydraulic controlled).
  • Undercarriage, seperti roda rantai (crawler mounted) dan roda karet (wheel mounted).

Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas excavator, yaitu:

 
  • Faktor keadaan pekerjaan.
  • Faktor keadaan mesin.
  • Faktor dalamnya pemotongan dan sudut swing kedalaman.

Langkah-langkah perhitungan produksi backhoe antara lain:

  1. Ambil data, yaitu kapasitas bucket kedalaman galian sudut swing
  2. Tentukan waktu siklus dari data atau dari tabel sesuai dengan spesifikasi alat.
  3. Hitung faktor koreksi.

Cara kerja backhoe yaitu: lebih dahulu pelajari kemampuan alat seperti jarak jangkauan, tinggi maksimal pembuangan dan dalamnya galian yang mampu dicapai, karena kemampuan angkat alat ini tidak berpengaruh terhadap kemampuan standar alat untuk mulai menggali dengan backhoe.

Bucket dijulurkan ke depan tempat galian bila bucket sudah pada posisi yang diinginkan lalu bucket diayun ke bawah seperti mencangkul, lengan bucket diputar ke arah alat. Setelah bucket terisi penuh lalu diangkat dari tempat penggalian dan dilakukan swing dan pembuangan material hasil galian dapat dilakukan ke truk atau tempat lain.

Power Shovel

Dipergunakan untuk menggali material yang letaknya diatas permukaan tempat alat tersebut berada, mempunyai kemampuan menggali material yang keras, juga bisa sebagai alat pemuat ke dalam truk dan dapat untuk membuat timbunan bahan persediaan (stock pilling).

Gerakan power shovel dalam beroperasi yaitu:

  • Tenaga angkat utama (main hoist power) untuk mengangkat bucket didalam material yang digali.
  • Tenaga angkat tambahan (secondary hoist) untuk menggerakkan dipper stick ke depan yang memberikan tenaga ekstra.
  • Retracting yaitu gerakan ke belakang dari dipper stick untuk melepaskan diri dari material.
  • Boom dinaikkan dengan sudut swing untuk membuang dan balik.
  • Gerakan maju atau mundur.

Pada umumnya power shovel dipasang di atas crawler mounted karena stabilitas dan kemampuan floatingnya, di lapangan dipergunakan untuk menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan alat.

Macam shovel dibedakan dalam dua hal, yaitu kendali kabel (cable controlled) dan kendali hidrolik (hydraulic controlled).

Langkah-langkah perhitungan produksi power shovel sama dengan backhoe diganti dengan ketinggian galian pada power shovel.

Produktivitas front shovel atau power shovel tergantung pada jenis material, ketinggian penggalian, sudut putaran, besar alat angkut dan lain-lain.

Calmshell

Jenis excavator calmshell mempunyai fungsi sebagai pengangkut material dan pengeduk jepit, mirip dengan dragline yang hanya mengganti bucketnya saja, material yang diangkut seperti pasir, kerikil, lumpur, batu pecah, batu bara dan lain-lain.

Yang membedakan dengan backhoe adalah pada bucketnya, dimana bucket calmshell seperti penjepit capit kepiting. Calmshell mengangkat material secara vertikal, ukuran bucket bervariasi antara ringan sampai berat.

Bucket yang ringan umumnya digunakan untuk memindahkan material, sedang bucket berukuran berat untuk menggali dan umumnya dipasangkan gigi yang membantu alat dalam menggali material.

Dalam pemilihan bucket perlu diperhatikan tipe bucket, bahwa bucket yang berat dapat mempersulit pengangkutan tapi dapat membantu penggalian.

Cara kerja calmshell yaitu menjatuhkan bucket pada saat kosong dan mengangkatnya saat berisi muatan secara vertikal dengan swing seperti excavator dan membongkar muatan pada tempat yang dikehendaki dan swing kembali.

Bucket calmshell yang dipergunakan terdapat berbagai ukuran dan mempunyai dua macam bucket yaitu:

  • Heavy duty bucket, dilengkapi dengan gigi yang dapat dilepas, dipergunakan untuk penggalian.
  • Light duty bucket, untuk mengangkat bahan ringan tanpa dilengkapi gigi-gigi.

Kapasitas bucket dihitung dalam tiga macam ukuran yaitu:

  • Water level capasity adalah kapasitas bucket terendam air (digantungkan setinggi permukaan air).
  • Plate line capacity adalah kapasitas bucket terisi rata mengikuti garis sepanjang puncak calmshell.
  • Heaped capacity adalah kapasitas bucket munjung.

Dragline

Dragline adalah alat untuk menggali material yang tidak terlalu keras, letaknya dapat lebih rendah atau lebih tinggi dari posisi alat tersebut berada dan memuatkan pada alat-alat angkut seperti truk atau tempat penimbunan yang dekat dengan tempat galian.

Dragline termasuk jenis Excavator dengan sistem pengeduk tarik, dimana terdapat tali baja penarik bucket. Alat yang dipergunakan terdiri dari excavator dan boom crane serta drag bucket, dimana alat dasar dari dragline yaitu bucket yang dipasangkan pada boom dan panjang boom dragline sama seperti crane namun lebih panjang, sehingga stabilitas dragline harus diperhitungkan.

Pada umumnya power shovel sampai dengan kapasitas 2,5 cu-yd dapat diubah menjadi dragline dengan melepas boom shovel diganti boom dan bucket dragline.

Kelebihan dari dragline yaitu jangkauannya lebih besar daripada backhoe dan power shovel, tapi kekurangannya yaitu tenaga penggali kecil karena hanya mengandalkan kekuatan dari berat bucket.

Ada tiga tipe dragline yaitu:

  1. Dragline dengan roda kelabang (crawler mounted),
  2. Dragline dengan roda ban (wheel mounted), dan
  3. Dragline di atas truk (truck mounted).

Produktivitas dragline tergantung pada faktor seperti material, kedalaman penggalian, sudut swing, ukuran bucket, panjang boom, kapasitas alat pengangkut, kondisi lapangan dan lain-lainnya, sehingga dihitung pada kondisi tanah asli atau bank condition. Jika alat ini dibandingkan dengan front shovel atau power shovel dimana kapasitas sama, pada dragline akan memberikan jangkauan lebih jauh, tetapi bila dilihat dari segi produktivitasnya bahwa front shovel atau power shovel lebih besar daripada dragline.

Dragline biasanya tidak perlu masuk ke dalam tempat galian dalam melakukan pekerjaannya, dragline dapat bekerja ditempat lantai kerja yang baik dan menggali pada tempat pebuh air atau berlumpur, dimuat ke dalam truk yang tidak perlu masuk ke dalam lubang galian yang kotor dan berlumpur dapat menyebabkan truk terjebak.  

Cara kerja dragline yaitu antara lain:

  • Mengisi bucket dengan menarik kabel tali sepanjang lapisan material ke arah alat,
  • Setelah bucket terisi, diangkat dengan sedikit mengendorkan kabel tarik (masih kondisi tegang),
  • Karena masih ditahan oleh kabel tarik (tegang) maka tumpahnya material sedikit,
  • Membongkar muatan baik di muka maupun di belakang titik puncak boom, dan
  • Bucket kosong diayun dengan mengendorkan kabel angkat dan diajukan pada posisi lebih baik untuk muatan baru.
About the author
Kosultan Surat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SIUJPTL)

Cut Hanti

Cut Hanti adalah seorang konsultan bisnis professional di siujptl.co.id yang memiliki keahlian dalam membantu perusahaan mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SIUJPTL) di seluruh Indonesia.

Dengan pengalaman yang luas dan pengetahuan mendalam tentang peraturan dan persyaratan terkait SIUJPTL, Cut Hanti telah berhasil membantu banyak perusahaan dalam mendapatkan izin yang diperlukan untuk beroperasi dalam bidang jasa penunjang tenaga listrik.

Siujptl.co.id merupakan platform konsultasi bisnis yang dipercaya oleh berbagai perusahaan di Indonesia karena reputasi dan kredibilitasnya yang tinggi dalam memberikan layanan konsultasi yang berkualitas. Cut Hanti sebagai salah satu konsultan unggulan di platform ini, selalu berkomitmen untuk memberikan solusi yang tepat dan efektif guna memudahkan perusahaan dalam mengurus dan mendapatkan SIUJPTL sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Keahlian dan dedikasi Cut Hanti telah membuatnya dikenal sebagai konsultan yang dapat diandalkan dan profesional dalam membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya terkait dengan perizinan SIUJPTL.

Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam mengurus dan mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik di Indonesia, Cut Hanti adalah sosok yang tepat untuk membantu mewujudkan itu.