Konsultan Surat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SIUJPTL)
Cut Hanti
1 day ago

Persiapan Persalinan Dan Kelahiran Bayi

Persiapan Persalinan Dan Kelahiran Bayi

Gambar Persiapan Persalinan Dan Kelahiran Bayi

Hallo sahabat UT, Nah Kali ini kami akan membahas tentang Apa Saja langkah penting yang harus direncanakan secara detail untuk persiapan persalinan. Sering ditemukan pada masyarakat ketika akan melahirkan belum memikirkan persiapan yang harus dilakukan sehingga ketika sudah merasakan tanda-tanda persalinan baru bingung berpikir akan melahirkan dimana, apa yang akan dibawa, siapa yang mengantar, naik apa dan sebagainya. Kalau ini terjadi maka akan terjadi keterlambatan sampai di fasilitas kesehatan dan akhirnya dapat terjadi keterlambatan mendapat pertolongan. Untuk mengatasi semua ini maka peran bidan sangat penting untuk membantu ibu dan keluarga dalam rangka mempersiapkan rencana kelahiran, termasuk mengidentifikasi penolong dan tempat bersalin, keperluan yang perlu dibawa selama bersalin serta perencanaan tabungan untuk mempersiapkan biaya persalinan. Rencana persalinan adalah hasil diskusi antara ibu hamil, keluarga dan bidan pada saat melakukan pemeriksaan kehamilan.

Lima langkah penting yang harus direncanakan secara detail untuk persiapan persalinan adalah :

1 Membuat rencana persalinan

a. Menentukan tempat persalinan.

Sejak awal ibu dan keluarga sudah harus menentukan dimana akan melahirkan sehingga ketika sudah ada tanda–tanda persalinan maka langsung berangkat karena tujuannnya sudah jelas dan mantap sehingga tidak perlu berpikir atau diskusi dengan keluarga dan masyarakat yang akan memakan waktu untuk mencapai fasilitas kesehatan.

b. Memilih tenaga kesehatan terlatih.

Setelah menentukan tempat persalinan, maka kemudian berpikir menentukan bidan yang akan menolong persalinan. Kalau sudah memilih bidan yang akan menolong persalinan, maka mulai menjalin hubungan sejak periksa hamil sehingga sudah terjalin hubungan yang baik yang dapat mengurangi kecemasan pada saat melahirkan. Perlu ditentukan juga apabila bidan yang dipilih tidak ada ketika tiba saat persalinan, siapa bidan penggantinya.

c. Bagaimana menghubungi bidan. 

Untuk mempermudah komunnikasi perlu ditanyakan bagaimana cara menghubungi bidan, dapat menanyakan no Hp atau telp yang dapat dihubungi.

d. Bagaimana transportasi ke tempat persalinan. 

Kendaraan untuk berangkat ke tempat persalinan juga harus direncanakan sejak hamil sehingga siap setiap saat. 

e. Siapa yang akan menemani pada saat persalinan. 

Sering bidan beranggapan bahwa yang berhak menemani ketika persalinan adalah suami. Hal tersebut tidak benar karena prinsipnya yang menemani adalah orang yang dapat memberi sport mental kepada ibu yang akan melahirkan, hal ini tidak harus suami. Pernah terjadi suami yang mendampingi istrinya melahirkan malah akan pingsan karena sebenarnya suami tidak tega melihat istrinya, ada juga suami yang marah – marah pada istrinya karena istrinya tidak kuat mengejan. Hal yang seperti ini justru mengganggu proses persalinan karena menambah kecemasan ibu yang melahirkan. Untuk menentukan siapa yang akan menemani, perlu ditanyakan kepada ibu.

f. Berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan bagaimana cara mengumpulkan biaya tersebut. 

Untuk mengetahui berapa banyak biaya yang dibutuhkan, ibu hamil sudah dapat menentukan ingin dirawat klas berapa sehingga dapat mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan. Pada saat periksa hamil sebaiknya bidan mengorientasikan pasien pada kamar – kamar sesuai klas dan tarifnya sehingga pasien dapat memilih sejak awal. Bagaimana cara mengumpulkan biaya, pasien dapat diajak diskusi, apakah dengan Tabungan Ibu Bersalin (tabulin) sehingga pasien dapat menabung setiap periksa hamil sehingga pada saat melahirkan sudah terkumpul biaya, atau ibu memilih dengan biaya jaminan persalinan (Jampersal), atau jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) , atau dengan BPJS dll.

g. Siapa yang akan menjaga keluarganya jika ibu sedang melahirkan. 

Siapa yang akan menjaga keluarganya dirumah ketika ibu melahirkan juga harus sudah disiapkan supaya ibu yang akan melahirkan secara total hanya memikirkan proses persalinan yang dihadapi dan tidak dikacaukan dengan pikiran – pikiran yang lain. Seringkali terjadi di lapangan, ibu yang akan melahirkan masih memikirkan anaknya yang dirumah siapa yang menjaga, siapa yang mengantar sekolah dsb. 

2. Membuat rencana untuk pengambilan keputusan jika terjadi kegawatdaruratan.

a. Siapa yang membuat keputusan utama dalam keluarga.

b. Siapa yang akan membuat keputusan apabila pembuat keputusan utama tidak ada saat terjadi kegawatdaruratan.

Sejak dalam kehamilan, siapa yang bertanggungjawab membuat keputusan, menanda tangani informed consent ketika terjadi kegawatdaruratan harus sudah ditentukan. Juga bagaimana apabila pembuat keputusan utama tidak ada ketika terjadi kegawatdaruratan. Pernah terjadi seorang ibu yang akan melahirkan dirujuk ke Rumah Sakit Kabupaten, diantar oleh suami, keluarga dan tetangga. Tetapi ketika akan dilakukan tindakan maka tidak ada yang berani tanda tangan informed consent, suami pun tidak berani karena yang berhak adalah bapak dari pasien padahal bapaknya tidak ikut mengantar sehingga terjadi keterlambatan mendapat pertolongan disebabkan keluarga belum menyetujui dilakukan tindakan.

3. Mempersiapkan transportasi jika terjadi kegawat daruratan.

Sering terjadi ibu meninggal karena mengalami komplikasi serius selama kehamilan, persalinan atau pasca persalinan dan tidak menyiapkan transportasi yang dapat menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan. Sejak ibu hamil, bidan harus mendiskusikan dengan ibu dan keluarga untuk menyiapkan transportasi dan dimana akan dirujuk jika ibu mengalami komplikasi Rencana ini perlu disiapkan sejak dini sejak ibu masih hamil, terdiri dari : 

a. Dimana ibu akan melahirkan

b. Dimana akan dirujuk apabila terjadi kagawat daruratan

c. Bagaimana cara menjangkau tempat rujukan jika terjadi kagawat daruratan

d. Bagaimana mendapatkan dana jika terjadi kegawat daruratan

e. Bagaimana cara mencari donor, siapa yang direncanakan menjadi donor

4. Membuat rencana, pola menabung.

Bidan berupaya untuk mendiskusikan dengan ibu dan keluarga untuk menyiapkan dana jika terjadi kagawatdaruratan. Banyak kasus ibu meninggal karena kehamilan, persalinan maupun pasca persalinan karena tidak sempat mencari pertolongan ke tempat fasilitas kesehatan yang lebih lengkap disebabkan tidak mempunyai dana yang diperlukan. Sering terjadi karena merasa tidak mempunyai dana yang cukup maka keluarga pasrah dengan keadaan sehingga ibu yang akan melahirkan dibiarkan tetap di rumah meskipun sebenarnya memerlukan pertolongan. Bidan dapat mengajarkan kepada ibu hamil untuk menabung. 

5. Mempersiapkan peralatan untuk persalinan.

Pengalaman dipelayanan, sering ditemui ibu yang akan melahirkan datang ke fasilitas kesehatan tidak membawa peralatan apa- apa, ketika ditanya katanya karena baru akan periksa saja, kalau ternyata sudah waktunya melahirkan baru akan mengambil peralatan ke rumah.Hal ini sangat menyulitkan jalannya persalinan karena alat yang dibutuhkan belum ada. Untuk mengatasi hal tersebut anda sebagai bidan harus membantu ibu untuk menyiapkan keperluan ibu dan bayinya .

Daftar peralatan untuk persalinan.

a. 2-3 pakaian tidur yang memudahkan anda untuk menyusui(bukaan depan)

b. 2-3 BH menyusui

c. 3 – 4 Kain panjang/ sarung

d. baju panjang atau daster

e. sandal

f. 4 celana dalam

g. Pembalut ibu bersalin

h. 2 handuk bersih yang mudah menyerap keringat.

i. 2 Waslap

j. Tisu basah dan tisu kering

k. Alat mandi (sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampoo)

l. Minyak penghangat (minyak kayu putih)

m. Make-up( krim wajah dan tangan,kaca, sisir)

n. Gurita atau korset

o. Hp yang sudah isi pulsa.

Yang harus dipersiapkan oleh ibu yang akan bersalin adalah peralatan untuk bayi.

a. 1 lusin Baju dan popok bayi

b. 2 handuk bayi yang lembut

c. Kain segi empat / selimut bayi

d. Kaos tangan dan kaos kaki

e. 2 waslap

f. Topi

g. Minyak telon, sabun mandi, shampoo khusus bayi, sisir bayi

h. Selendang / kain gendongan. 

i. Peralatan lain: misalnya peralatan makan, obat dan sebagainya.

About the author
Kosultan Surat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SIUJPTL)

Cut Hanti

Cut Hanti adalah seorang konsultan bisnis professional di siujptl.co.id yang memiliki keahlian dalam membantu perusahaan mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (SIUJPTL) di seluruh Indonesia.

Dengan pengalaman yang luas dan pengetahuan mendalam tentang peraturan dan persyaratan terkait SIUJPTL, Cut Hanti telah berhasil membantu banyak perusahaan dalam mendapatkan izin yang diperlukan untuk beroperasi dalam bidang jasa penunjang tenaga listrik.

Siujptl.co.id merupakan platform konsultasi bisnis yang dipercaya oleh berbagai perusahaan di Indonesia karena reputasi dan kredibilitasnya yang tinggi dalam memberikan layanan konsultasi yang berkualitas. Cut Hanti sebagai salah satu konsultan unggulan di platform ini, selalu berkomitmen untuk memberikan solusi yang tepat dan efektif guna memudahkan perusahaan dalam mengurus dan mendapatkan SIUJPTL sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Keahlian dan dedikasi Cut Hanti telah membuatnya dikenal sebagai konsultan yang dapat diandalkan dan profesional dalam membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya terkait dengan perizinan SIUJPTL.

Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam mengurus dan mendapatkan Surat Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik di Indonesia, Cut Hanti adalah sosok yang tepat untuk membantu mewujudkan itu.