PLTS Terapung Cirata — Kapasitas, Lokasi & Operator

PLTS. berlokasi di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat. kapasitas 192 MW. Informasi lengkap proyek pembangkit listrik Indonesia—konsultasi IUJPTL & perizinan ketenagalistrikan.

192 MW

Kapasitas Terpasang

PLTS

Jenis Pembangkit

Beroperasi

Status
SIUJPTL - Layanan Perizinan Ketenagalistrikan
Jenis
PLTS
Lokasi
Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat
Kapasitas
192 MW
Operator
PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) & Masdar
Sistem
Jawa-Madura-Bali (Jamali)
Bahan Bakar
Energi Surya
Status
Beroperasi

Peta Lokasi

Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat

Buka di Google Maps

Pengenalan PLTS Terapung Cirata

PLTS Terapung Cirata adalah salah satu pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mengonversi energi matahari menjadi listrik. Pembangkit ini berlokasi di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat dan saat ini berstatus Beroperasi.

Keberadaan pembangkit seperti PLTS Terapung Cirata menjadi tulang punggung pasokan listrik, baik untuk rumah tangga, industri, maupun layanan publik. Kapasitas terpasang sebesar 192 MW menjadikannya salah satu unit pembangkit yang signifikan dalam peta kelistrikan Indonesia, khususnya pada sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Setiap pembangkit yang beroperasi dengan baik turut mendukung stabilitas tegangan dan frekuensi di jaringan, serta ketersediaan daya saat beban puncak.

PLTS Terapung Cirata adalah PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dan nomor tiga terbesar di dunia (192 MWp). Diresmikan Presiden Jokowi 9 November 2023; membentang 200 hektare di Waduk Cirata (Purwakarta/Cianjur/Bandung Barat). Kerja sama PLN (51%) dan Masdar UAE (49%); investasi sekitar US$ 129–140 juta. Dapat memasok listrik puluhan ribu rumah tangga dan mengurangi emisi CO2 ratusan ribu ton per tahun. Teknologi terapung mengurangi penguapan air waduk dan meningkatkan efisiensi panel.

Catatan: PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dan nomor 3 terbesar di dunia

PLTS Terapung Cirata — ilustrasi 1

Lokasi dan Infrastruktur

Lokasi pembangkit berada di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat. Lokasi PLTS membutuhkan lahan atau permukaan air yang mendapat penyinaran matahari cukup dan terhubung ke jaringan listrik. Infrastruktur pendukung seperti jalan akses, jaringan transmisi, dan sistem pendingin atau penyaluran bahan bakar dibangun untuk mendukung operasi yang andal.

Selain bangunan utama pembangkit, kawasan ini biasanya dilengkapi dengan gardu listrik untuk menaikkan tegangan ke jaringan transmisi, sistem pengolahan air (untuk PLTU/PLTGU), serta fasilitas keselamatan dan lingkungan. Ketersediaan sumber air untuk pendingin atau untuk proses sangat penting bagi PLTU dan PLTGU; sementara PLTA dan PLTP sangat bergantung pada karakteristik hidrologi dan geologi setempat.

Luas lahan yang digunakan untuk pembangkit ini sekitar 200 hektare, mencakup area panel surya terapung dan fasilitas pendukung.

PLTS Terapung Cirata — ilustrasi 2

Kapasitas dan Unit Pembangkit

Kapasitas terpasang PLTS Terapung Cirata adalah 192 MW. Besaran kapasitas ini menentukan kontribusi pembangkit terhadap pemenuhan beban puncak dan beban dasar pada sistem interkoneksi. Semakin besar kapasitas terpasang, semakin besar pula kontribusinya terhadap margin cadangan daya sistem dan keandalan pasokan listrik.

  • Kapasitas terpasang: 192 MW
  • Sistem interkoneksi: Jawa-Madura-Bali (Jamali)
  • Status operasi: Beroperasi

Pengoperasian multi-unit memungkinkan pemeliharaan bergilir tanpa menghentikan seluruh pembangkit, sehingga ketersediaan (availability) dan faktor kapasitas dapat dipertahankan.

PLTS Terapung Cirata — ilustrasi 3

Operator dan Pengelolaan

Pembangkit ini dioperasikan oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) & Masdar. Tanggung jawab operator meliputi operasi harian, pemeliharaan terjadwal dan tidak terjadwal, keselamatan kerja, dan pemenuhan peraturan lingkungan. Banyak pembangkit besar di Indonesia dikelola oleh anak usaha PT PLN (Persero)—seperti PT PLN Nusantara Power dan PT Indonesia Power—atau melalui skema kerja sama dengan swasta (Independent Power Producer / IPP) sesuai kebijakan ketenagalistrikan nasional.

Dalam skema IPP, listrik biasanya dijual ke PLN berdasarkan perjanjian jangka panjang (Power Purchase Agreement). Pengawasan teknis dan lingkungan dilakukan oleh Kementerian ESDM serta pemerintah daerah setempat untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan lingkungan.

PLTS Terapung Cirata — ilustrasi 4

Bahan Bakar dan Teknologi

Bahan bakar yang digunakan adalah Energi Surya. Panel surya mengonversi radiasi matahari menjadi listrik arus searah (DC) yang kemudian diubah menjadi arus bolak-balik (AC) oleh inverter untuk disalurkan ke jaringan. PLTS terapung memanfaatkan permukaan waduk atau danau, menghemat lahan dan dapat mengurangi penguapan air.

PLTS Terapung Cirata — ilustrasi 5

Sistem Interkoneksi

Listrik yang dihasilkan disalurkan ke sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali). Sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) adalah sistem kelistrikan terbesar di Indonesia, melayani pulau Jawa, Madura, dan Bali dengan beban puncak yang terus tumbuh. Interkoneksi antarsubsistem memungkinkan penyaluran daya dari pusat pembangkit ke pusat beban dan pembagian beban yang lebih efisien. Keandalan sistem dijaga melalui pengaturan beban, cadangan daya, dan pemeliharaan jaringan oleh PLN.

Transmisi listrik dari pembangkit ke gardu induk umumnya menggunakan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTT/SUTET) atau kabel bawah laut untuk wilayah kepulauan. Dispatching (pengaturan unit mana yang dijalankan dan berapa bebannya) dilakukan oleh pusat kendali sistem untuk menjaga keseimbangan beban dan tegangan.

PLTS Terapung Cirata — ilustrasi 6

Peran dalam Ketenagalistrikan Nasional

PLTS Terapung Cirata berkontribusi langsung terhadap pasokan listrik nasional dan mendukung target elektrifikasi serta pertumbuhan ekonomi. Pembangkit yang berstatus beroperasi seperti ini menjadi bagian dari portofolio pembangkit yang dikelola dan diatur oleh Kementerian ESDM dan PLN. Dengan kapasitas total puluhan ribu MW di Indonesia, setiap unit pembangkit besar seperti ini tetap memiliki peran strategis, terutama pada saat beban puncak atau ketika unit lain mengalami pemeliharaan.

Ke depan, bauran energi listrik Indonesia diarahkan untuk tetap memanfaatkan sumber daya dalam negeri—termasuk batu bara, gas, air, panas bumi, surya, dan angin—sambil meningkatkan porsi energi terbarukan sesuai komitmen nasional dan global. Pembangkit-pembangkit yang sudah beroperasi akan terus dipelihara dan ditingkatkan efisiensinya agar dapat beroperasi secara andal dan berkelanjutan. Transisi energi yang bertahap tetap membutuhkan peran pembangkit existing untuk menjaga keamanan pasokan listrik.

PLTS Terapung Cirata — ilustrasi 7

Dampak Lingkungan, Sosial, dan Prospek

Energi surya dan angin tidak menghasilkan emisi operasional dan mendukung target energi terbarukan. PLTS dan PLTB dapat dibangun secara modular dan skala bervariasi, dari skala utilitas hingga atap (rooftop). Integrasi dengan jaringan membutuhkan pengaturan intermitensi (variasi matahari/angin) melalui sistem penyimpanan atau pembangkit pendukung.

Prospek pembangkit ini tetap relevan dalam peta kelistrikan Indonesia selama unit dalam kondisi layak operasi dan terintegrasi dengan rencana pengembangan sistem. Pemeliharaan berkala, peningkatan efisiensi, dan pemenuhan standar lingkungan akan memperpanjang usia manfaat dan kontribusinya terhadap pasokan listrik nasional.

PLTS Terapung Cirata — ilustrasi 8

Referensi

Layanan yang Disediakan siujptl.co.id

Konsultasi dan pengurusan perizinan ketenagalistrikan untuk perusahaan Anda—proses transparan, respon cepat.

Butuh Bantuan Profesional?

Proyek pembangkit butuh IUJPTL atau persiapan tender? Konsultasi gratis—respon < 4 jam. Tanpa komitmen.

Pembangkit Lainnya

Semua Daftar Pembangkit