8 Fakta PLTU Pasuruan: PLTGU Grati & Dampaknya untuk Jatim

PLTU Pasuruan yang dimaksud adalah PLTGU Grati. Simak 8 fakta kapasitas, teknologi, hingga kontribusinya bagi sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Tim Editorial SIUJPTL.co.id Terverifikasi Resmi 16 May 2024 7 min read
8 Fakta PLTU Pasuruan: PLTGU Grati & Dampaknya untuk Jatim

Jika Anda mendengar istilah PLTU Pasuruan, apa yang pertama kali terbayang? Sebagian besar mungkin membayangkan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara dengan cerobong asap menjulang. Namun, fakta di lapangan berbeda. Pembangkit yang sering disebut sebagai PLTU Pasuruan sebenarnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati—sebuah pembangkit listrik berteknologi combined cycle yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Perbedaan ini penting, bukan sekadar soal nama. PLTGU menggabungkan siklus gas dan uap sehingga efisiensi termalnya bisa mencapai di atas 45%, jauh lebih tinggi dibandingkan PLTU konvensional. Di sisi lain, pembangkit ini juga menjadi bagian dari program strategis nasional 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah Indonesia. Artikel ini akan mengupas tuntas PLTU Pasuruan—mulai dari kapasitas terpasang, teknologi yang digunakan, perannya dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali, hingga kaitannya dengan regulasi ketenagalistrikan seperti IUJPTL, SBUJPTL, dan SKTTK.

Baca Juga: ID Fan PLTU: Pengertian, Fungsi, dan Prinsip Kerja

PLTU Pasuruan vs PLTGU Grati: Meluruskan Istilah

Sebelum membahas lebih dalam, penting untuk meluruskan terminologi. PLTU Pasuruan adalah sebutan populer yang merujuk pada pembangkit listrik di kawasan Grati, Pasuruan. Namun secara teknis, pembangkit ini adalah PLTGU Grati—Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap.

Apa bedanya? PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) hanya mengandalkan uap untuk memutar turbin, dengan boiler sebagai komponen utama penghasil uap. Sementara PLTGU merupakan gabungan antara PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) dan PLTU. Gas buang hasil pembakaran di turbin gas masih memiliki panas tinggi—panas ini kemudian dimanfaatkan untuk memanaskan air di Heat Recovery Steam Generator (HRSG) menjadi uap yang menggerakkan turbin uap.

Konsekuensi dari perbedaan ini signifikan. PLTGU memiliki efisiensi termal yang lebih tinggi dan waktu start-up yang lebih cepat dibandingkan PLTU konvensional. Sebuah PLTU yang dalam kondisi cold start bisa membutuhkan waktu lebih dari enam jam untuk menghasilkan uap. PLTGU jauh lebih responsif—sangat cocok untuk berfungsi sebagai peaker atau pemikul beban puncak. Jadi, ketika berbicara tentang PLTU Pasuruan, identitas teknisnya adalah PLTGU Grati dengan teknologi combined cycle.

Baca Juga: Flicker PLN: 3 Dampak Utama & Standar Batas Kedip Tegangan

Kapasitas Terpasang PLTU Pasuruan: 1.360 MW dari Tiga Blok

PLTU Pasuruan (PLTGU Grati) memiliki kapasitas terpasang total 1.360 megawatt (MW) yang dihasilkan dari tiga blok pembangkit. Untuk memberikan perspektif, kapasitas ini cukup untuk memasok listrik bagi sekitar 1,5 juta rumah dengan asumsi daya 900 watt per rumah.

Berikut rincian kapasitas per blok berdasarkan data dari Environmental Product Declaration (EPD) PLTGU Grati:

Blok Konfigurasi Kapasitas
Blok I 3 turbin gas (100,75 MW/unit) + 1 turbin uap (159,58 MW) ~462 MW
Blok II 3 turbin gas (100,75 MW/unit) + 1 turbin uap (195 MW) ~497 MW
Blok III 2 turbin gas (153 MW/unit) + 1 turbin uap (195 MW) ~501 MW

Blok III merupakan tambahan terbaru yang diresmikan pada Juli 2019. Pembangunan blok ini merupakan bagian dari program 35.000 MW. Proyek dengan nilai investasi Rp3,61 triliun ini dikerjakan oleh konsorsium Hutama Karya, Samsung C&T, dan Lotte E&C Co. Menariknya, Blok III selesai enam bulan lebih cepat dari standar waktu penyelesaian proyek PLTGU yang biasanya 36 bulan, dengan daya output tercapai lebih besar dari target kontrak, yakni 503 MW.

Baca Juga: Dokumen Teknis IUJPTL: 8 Persyaratan yang Sering Diabaikan

Teknologi dan Bahan Bakar PLTU Pasuruan

Dari sisi teknologi, PLTU Pasuruan menggunakan gas alam sebagai bahan bakar utama, dengan High Speed Diesel (HSD) sebagai bahan bakar cadangan. Pasokan gas berasal dari Blok Kangean melalui sumur Oyong dan Wortel. Kebutuhan gas per harinya mencapai 40 MMCFD (Million Standard Cubic Feet per Day).

PLTU Pasuruan mengusung beberapa keunggulan teknologi:

  • Sistem pembakaran Dry Low NOx Combuster yang menghasilkan emisi NOx hanya 51 mg/m³—jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit konvensional
  • Sistem pendingin air laut yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar
  • Biaya operasional yang hemat, sekitar Rp2.800 per kWh—lebih efisien dibandingkan PLTGU berumur 20 tahun yang telah ada sebelumnya

Efisiensi ini mendapat apresiasi dari Menteri ESDM Ignasius Jonan saat peresmian. Ia menyatakan bahwa konsep pembuatan proyek ini bisa menjadi standar bagi PLTGU lain karena mampu menekan biaya dan menjaga tarif listrik tetap stabil.

Baca Juga: SGPJB PLTU Jawa 7: 5 Tips Sukses Pengelolaan Proyek Energi

Peran PLTU Pasuruan dalam Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

PLTU Pasuruan memiliki peran strategis dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali. Daya yang dihasilkan disalurkan melalui jaringan 500 kV yang terinterkoneksi dengan sistem tersebut. Dari tegangan 500 kV, daya diturunkan ke sistem 150 kV melalui Inter Bus Transformator (IBT) untuk memasok wilayah industri, termasuk PT PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang).

Wilayah pemasok utama meliputi Surabaya Selatan, Paiton, dan Krian. Dengan tambahan kapasitas dari PLTU Pasuruan, Jawa Timur mengalami surplus listrik sebesar 2.600 MW—surplus yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali secara keseluruhan. Data Kementerian ESDM menunjukkan rasio elektrifikasi Jawa Timur per Mei 2019 mencapai 98,39% dan ditargetkan mencapai 99,76% di akhir 2019. Kehadiran PLTU Pasuruan menjadi salah satu faktor pendorong tercapainya target tersebut.

Baca Juga: Pertanyaan: Siemens Energy Perusahaan Apa?

Dampak Ekonomi dan Ketenagakerjaan PLTU Pasuruan

Pembangunan PLTU Pasuruan tidak hanya berdampak pada sektor ketenagalistrikan, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selama masa konstruksi, proyek ini menyerap 2.728 tenaga kerja lokal dan 35 tenaga asing.

Dari sisi operasional, PLTU Pasuruan disebut berpotensi menambah keuntungan hingga sekitar Rp62 miliar per bulan bagi PLN. Efisiensi biaya operasional yang tinggi menjadi faktor utama di balik potensi keuntungan ini. Namun, ada pula tantangan yang perlu dicermati. Sebuah pemberitaan mengungkap bahwa masih terdapat pemukiman di sekitar PLTU/PLTGU yang belum teraliri listrik secara normal. Ini menjadi pengingat bahwa kehadiran infrastruktur besar sekalipun belum otomatis menjamin akses listrik merata bagi seluruh warga di sekitarnya.

Baca Juga: 7 Fakta Penting Geothermal Gunung Salak: PLTP Terbesar di Indonesia

Regulasi dan Sertifikasi untuk PLTU Pasuruan

Pengoperasian pembangkit sebesar PLTU Pasuruan membutuhkan tenaga teknik yang kompeten dan tersertifikasi. Regulasi ketenagalistrikan di Indonesia mengatur hal ini secara ketat melalui beberapa instrumen:

  • IUJPTL (Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik) — wajib bagi badan usaha di bidang jasa penunjang tenaga listrik
  • SBUJPTL (Sertifikat Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik) — syarat mengikuti tender proyek
  • SKTTK (Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan) — wajib bagi setiap tenaga teknik

Khusus untuk sektor PLTU, terdapat skema sertifikasi spesifik seperti Pelaksana Madya Pemeliharaan PLTU dan Analis Madya Konsultan Pengawas Pembangunan PLTU. Banyak proyek ketenagalistrikan, baik dari PLN maupun swasta, mensyaratkan tenaga bersertifikat dalam dokumen tender. Jika Anda adalah tenaga teknik yang ingin terlibat dalam proyek sekelas PLTU Pasuruan, memahami persyaratan sertifikasi dan perizinan adalah langkah pertama yang krusial.

Baca Juga: 5 Tips Sukses Kelola Captive Power Plant Sesuai Regulasi Indonesia

Prospek PLTU Pasuruan di Tengah Transisi Energi

Keberadaan PLTU Pasuruan tidak lepas dari dinamika kebijakan energi nasional. Di satu sisi, pembangkit ini menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Jawa-Bali. Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong transisi energi menuju sumber energi terbarukan.

Kementerian ESDM menyatakan bahwa sebanyak 3,2 GW dari total 6,3 GW PLTU akan mencapai COD pada tahun 2025. PLTU Pasuruan, dengan teknologi gas yang lebih bersih dibandingkan PLTU batu bara, berada pada posisi yang lebih baik dalam konteks transisi energi. Pemerintah juga mengkaji pensiun dini PLTU batu bara secara bertahap. PLTU Pasuruan yang berbahan bakar gas alam memiliki jejak karbon lebih rendah dan diproyeksikan tetap relevan dalam bauran energi nasional ke depan.

Baca Juga: Pengertian PLTP: Klasifikasi Usaha Lama Vs Skema Baru

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah PLTU Pasuruan dan PLTGU Grati adalah pembangkit yang sama?

Ya. PLTU Pasuruan adalah sebutan populer untuk pembangkit listrik di Grati, Pasuruan. Secara teknis, pembangkit ini adalah PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) dengan teknologi combined cycle, bukan PLTU batu bara konvensional.

Berapa kapasitas total PLTGU Grati?

PLTU Pasuruan (PLTGU Grati) memiliki kapasitas terpasang total 1.360 MW dari tiga blok. Blok III diresmikan pada Juli 2019 dengan investasi Rp3,61 triliun dan menjadi bagian dari program 35.000 MW.

Bahan bakar apa yang digunakan PLTU Pasuruan?

PLTU Pasuruan menggunakan gas alam sebagai bahan bakar utama dengan konsumsi sekitar 40 MMCFD per hari, serta HSD (High Speed Diesel) sebagai bahan bakar cadangan. Pasokan gas berasal dari Blok Kangean.

Sertifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk bekerja di proyek PLTU Pasuruan?

Tenaga teknik wajib memiliki SKTTK sesuai skema dan level jabatannya. Badan usaha yang menyediakan jasa juga wajib memiliki IUJPTL dan SBUJPTL untuk dapat terlibat dalam proyek ketenagalistrikan.

Baca Juga: Arti LDC untuk Pelaku Usaha Ketenagalistrikan: Fungsi dan Regulasi

Kesimpulan

PLTU Pasuruan—yang secara teknis adalah PLTGU Grati—merupakan salah satu aset strategis sistem kelistrikan nasional. Dengan kapasitas 1.360 MW, teknologi combined cycle yang efisien, dan peran sentral dalam memasok listrik ke Jawa-Bali, pembangkit ini menjadi tulang punggung ketenagalistrikan di kawasan timur Pulau Jawa. Memahami aspek teknis dan regulasi sertifikasi tenaga teknik menjadi penting—baik bagi profesional di sektor ketenagalistrikan maupun masyarakat umum. Jika Anda bergerak di bidang jasa penunjang tenaga listrik dan membutuhkan pendampingan terkait IUJPTL, SBUJPTL, atau SKTTK, konsultasikan kebutuhan Anda dengan ahlinya.

Bagikan Informasi: WhatsApp LinkedIn

Jaminan Kepatuhan & Kerahasiaan Korporasi

Informasi dalam publikasi ini disusun untuk edukasi & panduan resmi. Seluruh layanan pendampingan & konsultasi legalitas SIUJPTL.co.id dilaksanakan secara profesional, terakreditasi, dan mematuhi regulasi perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.