Flue Gas Desulfurization

Flue Gas Desulfurization (FGD) adalah sistem pembersih gas buang yang digunakan di pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara untuk menghilangkan sulfur dioksida (SO2), guna memenuhi standar emisi dan mengurangi dampak lingkungan seperti hujan asam.

Pengertian dan Prinsip Kerja FGD dalam Pembangkit Listrik

Flue Gas Desulfurization (FGD) atau Desulfurisasi Gas Buang adalah suatu teknologi kontrol polusi udara yang diterapkan pada cerobong asap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batubara atau minyak. Sistem ini dirancang khusus untuk menghilangkan senyawa sulfur, terutama sulfur dioksida (SO2), dari gas buang hasil pembakaran sebelum dilepaskan ke atmosfer. Proses ini sangat krusial karena emisi SO2 merupakan kontributor utama terhadap fenomena hujan asam yang dapat merusak ekosistem, bangunan, dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Instalasi besar FGD dengan cerobong asap di pembangkit listrik tenaga batu bara

Prinsip kerja umum sistem FGD adalah dengan menyerap SO2 dari aliran gas buang menggunakan bahan penyerap (sorbent), yang paling umum adalah batu kapur (limestone) atau kapur tohor (quicklime). Gas buang dari boiler dialirkan ke dalam absorber tower, di mana ia dikontakkan dengan slurry (campuran bubur) batu kapur. Reaksi kimia antara SO2 dan kalsium karbonat (CaCO3) dari batu kapur akan menghasilkan produk samping berupa gipsum (kalsium sulfat dihidrat). Dengan demikian, polutan SO2 yang berbahaya diubah menjadi padatan yang dapat dimanfaatkan kembali, misalnya untuk bahan baku industri konstruksi.

Close-up pipa dan tangki scrubber basah di unit desulfurisasi gas buang

Terdapat beberapa jenis teknologi FGD, seperti proses basah (wet scrubber) yang paling umum dan efisien, proses semi-kering, dan proses kering. Pemilihan teknologi ini disesuaikan dengan karakteristik bahan bakar, efisiensi penghilangan yang diwajibkan, serta pertimbangan biaya investasi dan operasional. Implementasi FGD merupakan bagian dari komitmen sektor ketenagalistrikan untuk menjalankan operasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Diagram teknis proses FGD yang menunjukkan aliran gas dan slurry kapur

Pentingnya FGD untuk Sistem Ketenagalistrikan dan Proteksi Lingkungan

Dalam konteks sistem ketenagalistrikan nasional, penerapan teknologi FGD bukan hanya sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk keberlanjutan operasi pembangkit. Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menetapkan baku mutu emisi yang ketat bagi pembangkit termal. Tanpa FGD, PLTU batubara akan sangat sulit memenuhi ambang batas emisi SO2 yang diperbolehkan, sehingga berisiko terkena sanksi operasional.

Pekerja inspeksi di dalam area scrubber dengan sistem pipa kompleks

Dari perspektif proteksi infrastruktur, pengurangan emisi SO2 juga berkontribusi secara tidak langsung terhadap sistem transmisi dan distribusi listrik. Hujan asam yang disebabkan oleh SO2 dapat mempercepat korosi pada struktur logam, termasuk menara transmisi, gardu induk, dan komponen luar lainnya. Dengan mengontrol emisi SO2, umur pakai aset-aset ketenagalistrikan tersebut dapat lebih terlindungi, mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan keandalan sistem.

Selain itu, FGD mendukung transisi energi bersih dengan memungkinkan pemanfaatan batubara domestik—yang sering kali memiliki kandungan sulfur lebih tinggi—dengan cara yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan strategi PLN dalam menjalankan program co-firing biomassa dan upaya penurunan emisi di PLTU eksisting. Dengan demikian, FGD berperan sebagai jembatan teknologi (bridging technology) menuju sistem energi yang lebih bersih, sambil menjaga keamanan pasokan listrik dan stabilitas grid nasional.

15 Kamus Lainnya

Automatic Voltage Regulator (AVR)

Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat atau sistem yang secara otomatis menjaga tegangan listrik pada nilai yang stabil dan konstan.…

Baca Detail »

Black Start Capability

Black Start Capability adalah kemampuan pembangkit listrik untuk memulai operasi dan menghasilkan daya listrik tanpa bergantung pada sumber listrik eksternal…

Baca Detail »

Bus Differential Protection

Bus Differential Protection adalah skema proteksi utama yang melindungi busbar di gardu induk dan pembangkit listrik. Ia bekerja dengan membandingkan…

Baca Detail »

Distance Protection Relay

Distance Protection Relay adalah relai proteksi yang bekerja berdasarkan impedansi saluran untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan di sistem tenaga listrik.…

Baca Detail »

Generator Step Up Transformer (GSU)

Generator Step Up Transformer (GSU) adalah transformator daya berkapasitas besar yang berfungsi menaikkan tegangan listrik keluaran generator pembangkit (misalnya 15…

Baca Detail »

Governor Control System

Governor Control System adalah sistem kendali otomatis yang mengatur kecepatan putar dan daya keluaran turbin pada pembangkit listrik untuk menjaga…

Baca Detail »

Heat Rate Performance

Heat Rate adalah parameter efisiensi termal pembangkit listrik yang mengukur konsumsi energi panas (bahan bakar) untuk menghasilkan satu unit energi…

Baca Detail »

Isolated Phase Busduct (IPB)

Isolated Phase Busduct (IPB) adalah sistem konduktor berinsulasi gas yang dirancang untuk menyalurkan arus listrik sangat besar dari generator ke…

Baca Detail »

Non Spinning Reserve

Non-Spinning Reserve adalah kapasitas pembangkit listrik yang dapat disiapkan dan disinkronkan ke sistem dengan cepat (biasanya dalam 10-30 menit) untuk…

Baca Detail »

Power Factor Correction

Power Factor Correction (PFC) atau Koreksi Faktor Daya adalah teknik untuk meningkatkan faktor daya (cos φ) dengan mengurangi daya reaktif…

Baca Detail »

Reactive Power Compensation

Reactive Power Compensation adalah teknik untuk mengatur daya reaktif (VAR) dalam sistem kelistrikan guna meningkatkan stabilitas tegangan, efisiensi transmisi, dan…

Baca Detail »

Spinning Reserve Margin

Spinning Reserve Margin adalah kapasitas pembangkit listrik yang tersinkronisasi dengan sistem dan siap langsung digunakan untuk menanggapi fluktuasi beban atau…

Baca Detail »

Station Service Transformer (SST)

Station Service Transformer (SST) adalah trafo daya khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik…

Baca Detail »

Unit Auxiliary Transformer (UAT)

Unit Auxiliary Transformer (UAT) adalah trafo khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik atau…

Baca Detail »

PLTU

PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) mengubah energi kimia bahan bakar (batu bara, gas, minyak) menjadi listrik melalui siklus Rankine. Bahan…

Baca Detail »

12 Pembangkit Utama Indonesia

PLTU Paiton

  • Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
  • 4608 MW
  • PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Suralaya

  • Pulomerak, Cilegon, Banten
  • 3440 MW
  • PT Indonesia Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Batang

  • Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
  • 2000 MW
  • PT Bhimasena Power Indonesia
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Jawa 7

  • Kab. Serang, Banten
  • 2100 MW
  • PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Tanjung Jati B

  • Jepara, Jawa Tengah
  • 1320 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)

  • Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 660 MW
  • PT Cirebon Electric Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 2

  • Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 1000 MW
  • PT Cirebon Energi Prasarana
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)

  • Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
  • 1320 MW
  • PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Indramayu

  • Kab. Indramayu, Jawa Barat
  • 990 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Rembang

  • Kab. Rembang, Jawa Tengah
  • 630 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Tanjung Awar-Awar

  • Tuban, Jawa Timur
  • 700 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Pacitan

  • Pacitan, Jawa Timur
  • 630 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

Artikel Terbaru

Tender Proyek Energi Terbarukan Indonesia: Panduan Lengkap

Tender Proyek Energi Terbarukan Indonesia: Panduan Lengkap

Pelajari tender proyek energi terbarukan Indonesia, syarat, izin, dan strategi menang tender sektor…

28 Apr 2026

Baca artikel »
Kebijakan Investasi Energi Pemerintah Indonesia Terbaru

Kebijakan Investasi Energi Pemerintah Indonesia Terbaru

Kebijakan investasi energi pemerintah Indonesia: arah, regulasi, peluang, dan dampaknya bagi pelaku…

27 Apr 2026

Baca artikel »
Peluang Investasi Energi Melalui Danantara

Peluang Investasi Energi Melalui Danantara

Peluang investasi energi melalui danantara, analisis potensi, regulasi, dan strategi masuk sektor k…

24 Apr 2026

Baca artikel »
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Analisis

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Analisis

Analisis proyek pembangkit listrik tenaga sampah: skema, regulasi, biaya, dan tantangan implementas…

23 Apr 2026

Baca artikel »
Investasi PLTSA Kota Besar: Peluang dan Risiko

Investasi PLTSA Kota Besar: Peluang dan Risiko

Analisis investasi PLTSA kota besar: peluang, regulasi, biaya, dan tantangan proyek energi berbasis…

23 Apr 2026

Baca artikel »
Proyek Energi Strategis Nasional: Panduan Lengkap

Proyek Energi Strategis Nasional: Panduan Lengkap

Panduan proyek energi strategis nasional: regulasi, perizinan, dan peluang usaha ketenagalistrikan …

22 Apr 2026

Baca artikel »