Unit Auxiliary Transformer (UAT)

Unit Auxiliary Transformer (UAT) adalah trafo khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik atau gardu induk. Fungsinya adalah menurunkan tegangan transmisi atau distribusi ke level yang aman untuk mengoperasikan motor, penerangan, sistem kontrol, dan sistem pendingin unit pembangkit.

Pengertian, Fungsi, dan Lokasi Pemasangan

Unit Auxiliary Transformer (UAT) merupakan komponen kritis dalam sistem ketenagalistrikan, khususnya di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), dan gardu induk besar. Trafo ini dirancang khusus untuk mencatu semua beban listrik bertegangan rendah yang diperlukan untuk operasi dan pemeliharaan unit pembangkit itu sendiri. Beban-beban ini disebut sebagai 'beban bantu' (station auxiliary loads) yang mencakup motor untuk pompa, kipas (fan), peralatan kontrol, sistem penerangan, sistem instrumentasi, dan sistem pendingin.

Unit Auxiliary Transformer besar di dalam pembangkit listrik, dengan kabel busbar tebal.

Fungsi utama UAT adalah melakukan transformasi (penurunan) tegangan dari level tegangan menengah sistem (misalnya 6 kV atau 20 kV) atau langsung dari keluaran generator (misalnya 21 kV) ke level tegangan rendah (380/220 V atau 480 V) yang aman untuk digunakan oleh peralatan bantu tersebut. Dengan demikian, UAT memastikan bahwa 'jantung' operasional pembangkit—yaitu sistem pendukungnya—selalu mendapat pasokan daya yang andal. Pemasangannya biasanya sangat dekat dengan unit pembangkit yang dilayaninya, seringkali dalam gedung pembangkit yang sama atau di lokasi gardu induk milik pembangkit, untuk meminimalkan rugi-rugi dan meningkatkan keandalan.

Close-up nameplate dan terminal UAT bertegangan menengah di gardu induk.

Peran dalam Keandalan Sistem dan Aspek Proteksi

Keandalan UAT sangat penting bagi stabilitas operasi pembangkit. Kegagalan pada UAT dapat menyebabkan 'blackout' atau trip-nya seluruh unit pembangkit karena peralatan bantu seperti pompa air pendingin, fan forced draft, atau sistem kontrol akan kehilangan daya. Oleh karena itu, UAT sering didesain dengan redundansi, seperti dilengkapi dengan sumber daya darurat (standby) atau terhubung ke sistem bus cadangan. Pada beberapa desain, dua unit pembangkit dapat saling mendukung dengan UAT-nya melalui bus tie, sehingga jika satu UAT gagal, UAT dari unit lain dapat mengambil alih sebagian beban kritis.

Instalasi UAT tiga fasa di lantai pembangkit, dikelilingi pagar pengaman.

Dari sisi proteksi, UAT dilindungi oleh relai-relai khusus untuk mendeteksi gangguan internal seperti hubung singkat antar lilitan, gangguan tanah, dan beban lebih (overload). Sistem proteksi ini harus terkoordinasi dengan baik dengan proteksi generator dan sistem distribusi daya bantu. Pemilihan tingkat impedansi UAT juga merupakan pertimbangan teknis penting, karena memengaruhi besarnya arus gangguan yang mungkin terjadi pada sistem tegangan rendah pembangkit. Perawatan rutin dan pengujian isolasi minyak trafo (jika berbasis minyak) atau gas SF6 (jika jenis tertutup) merupakan kegiatan wajib untuk memastikan UAT tetap dalam kondisi operasi yang prima dan siap mendukung kontinuitas pasokan listrik.

Diagram satu garis sistem UAT yang memberi daya pada pompa dan kipas.

10 Pembangkit Utama Indonesia

PLTU Paiton

  • Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
  • 4608 MW
  • PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Suralaya

  • Pulomerak, Cilegon, Banten
  • 3440 MW
  • PT Indonesia Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Batang

  • Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
  • 2000 MW
  • PT Bhimasena Power Indonesia
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Jawa 7

  • Kab. Serang, Banten
  • 2100 MW
  • PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Tanjung Jati B

  • Jepara, Jawa Tengah
  • 1320 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)

  • Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 660 MW
  • PT Cirebon Electric Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 2

  • Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 1000 MW
  • PT Cirebon Energi Prasarana
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)

  • Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
  • 1320 MW
  • PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Indramayu

  • Kab. Indramayu, Jawa Barat
  • 990 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Rembang

  • Kab. Rembang, Jawa Tengah
  • 630 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »