PLTGU

PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) adalah pembangkit combined cycle yang menggabungkan turbin gas dan turbin uap. Efisiensi mencapai 50–60%, lebih tinggi dari PLTU atau PLTG saja. Cocok untuk beban dasar dan puncak.

Prinsip Kerja Combined Cycle

PLTGU memanfaatkan dua siklus termodinamika secara berurutan: siklus Brayton (turbin gas) dan siklus Rankine (turbin uap). Gas alam dibakar di ruang bakar turbin gas; gas buang bersuhu 500–600°C masih mengandung energi yang signifikan. Energi tersebut tidak dibuang, melainkan dimanfaatkan di HRSG (Heat Recovery Steam Generator) untuk menghasilkan uap.

PLTGU Muara Karang Jakarta – combined cycle turbin gas dan uap

Uap dari HRSG menggerakkan turbin uap yang terhubung ke generator kedua. Satu unit bahan bakar dimanfaatkan dua kali, sehingga efisiensi keseluruhan meningkat drastis. PLTG saja mencapai efisiensi 35–40%, sedangkan combined cycle mencapai 50–60%.

PLTGU Grati Pasuruan – HRSG dan turbin uap siklus kombinasi

Komponen utama PLTGU meliputi turbin gas (kompresor, ruang bakar, turbin ekspansi), generator GT, HRSG, turbin uap, generator ST, kondensor, dan sistem pendingin. Konfigurasi dapat 1x1 (satu GT, satu HRSG, satu ST) atau multi-shaft.

PLTGU Tanjung Priok – pembangkit listrik tenaga gas dan uap

Bahan bakar utama PLTGU adalah gas alam. Di Indonesia, gas dapat bersumber dari lapangan migas domestik atau LNG. PLTGU Muara Karang, Tanjung Priok, dan Grati merupakan contoh PLTGU yang mendukung sistem Jamali.

PLTGU Muara Tawar Bekasi – efisiensi combined cycle 50–60%

Keunggulan dan Aplikasi

PLTGU dapat di-start dalam waktu 30–60 menit (cold start), jauh lebih cepat daripada PLTU yang membutuhkan beberapa jam. Karakteristik ini membuat PLTGU cocok untuk memenuhi beban puncak atau sebagai cadangan ketika pembangkit lain mengalami gangguan.

Emisi CO2 per kWh dari PLTGU lebih rendah dibanding PLTU batu bara. Penggunaan gas alam juga mengurangi emisi partikulat dan SO2. Beberapa turbin gas modern didesain hydrogen-ready untuk transisi ke hidrogen hijau di masa depan.

Investasi PLTGU per kW umumnya lebih rendah daripada PLTU, dengan waktu konstruksi lebih singkat. Namun, ketergantungan pada pasokan gas dan harga gas menjadi pertimbangan. PLN melakukan procurement gas melalui skema business to business.

Integrasi PLTGU ke grid memerlukan koordinasi teknis dengan PLN dan pemenuhan perizinan IUJPTL. Persiapan dokumen SIUJPTL diperlukan bagi kontraktor yang ingin berpartisipasi dalam proyek PLTGU.

10 Pembangkit Utama Indonesia

PLTU Paiton

  • Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
  • 4608 MW
  • PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Suralaya

  • Pulomerak, Cilegon, Banten
  • 3440 MW
  • PT Indonesia Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Batang

  • Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
  • 2000 MW
  • PT Bhimasena Power Indonesia
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Jawa 7

  • Kab. Serang, Banten
  • 2100 MW
  • PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Tanjung Jati B

  • Jepara, Jawa Tengah
  • 1320 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)

  • Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 660 MW
  • PT Cirebon Electric Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 2

  • Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 1000 MW
  • PT Cirebon Energi Prasarana
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)

  • Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
  • 1320 MW
  • PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Indramayu

  • Kab. Indramayu, Jawa Barat
  • 990 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Rembang

  • Kab. Rembang, Jawa Tengah
  • 630 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »