BESS
BESS (Battery Energy Storage System) menyimpan listrik untuk digunakan saat dibutuhkan. Peak shaving, frequency regulation, integrasi PLTS/PLTB. Teknologi LiFePO4 dominan untuk grid-scale.
Aplikasi dan Teknologi
BESS menyimpan listrik dalam bentuk kimia di baterai; dikeluarkan melalui konverter daya (PCS) saat dibutuhkan. Aplikasi meliputi peak shaving (mengurangi beban puncak), frequency regulation (stabilisasi grid), integrasi PLTS/PLTB intermittent, black start, dan backup power fasilitas kritis.
Baterai lithium-ion, terutama LiFePO4 (LFP), dominan untuk grid-scale karena umur siklus panjang dan keamanan tinggi. Kapasitas dari ratusan kWh (C&I) hingga ratusan MWh (utilitas). BMS (Battery Management System) memastikan operasi aman dan umur optimal.
Pasar BESS berkembang pesat seiring penetrasi energi terbarukan. Indonesia mulai mengadopsi BESS untuk mendukung PLTS dan stabilitas grid. Proyek memerlukan studi teknis, koordinasi dengan PLN, dan perizinan yang sesuai.
Principal seperti Tesla, CATL, BYD, Samsung SDI, Fluence menyediakan BESS turnkey. Integrasi dengan PLTS dan smart grid menjadi tren.
Layanan SIUJPTL.co.id
10 Pembangkit Utama Indonesia
PLTU Paiton
- Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
- 4608 MW
- PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
- Beroperasi
PLTU Batang
- Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
- 2000 MW
- PT Bhimasena Power Indonesia
- Beroperasi
PLTU Jawa 7
- Kab. Serang, Banten
- 2100 MW
- PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
- Beroperasi
PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)
- Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
- 660 MW
- PT Cirebon Electric Power
- Beroperasi
PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)
- Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
- 1320 MW
- PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
- Beroperasi