Carbon Capture
Carbon capture menangkap CO2 dari gas buang pembangkit sebelum dilepaskan ke atmosfer. Post-combustion menggunakan pelarut amine; CO2 dapat disimpan (CCS) atau dimanfaatkan (CCU). Relevan untuk dekarbonisasi PLTU existing.
Metode dan Teknologi
Post-combustion capture menangkap CO2 dari flue gas setelah pembakaran. Pelarut kimia (amine) mengikat CO2; CO2 dilepaskan melalui pemanasan (regenerasi) dan dapat dikompresi untuk transportasi. Teknologi ini dapat dipasang pada PLTU existing dengan modifikasi cerobong dan unit capture.
Pre-combustion capture memisahkan CO2 sebelum pembakaran, umumnya dalam proses gasifikasi. CO2 lebih pekat sehingga capture lebih mudah, namun memerlukan perubahan signifikan pada desain pembangkit. Oxy-fuel combustion membakar bahan bakar dengan oksigen murni, menghasilkan flue gas yang didominasi CO2 dan uap air.
Carbon capture membutuhkan energi tambahan 15–25% dari output pembangkit (untuk regenerasi pelarut, kompresi, dll.), sehingga efisiensi net berkurang. Pengembangan pelarut generasi baru, membran, dan proses sorption bertujuan mengurangi能耗.
CCS (Carbon Capture and Storage) menyimpan CO2 di formasi geologi. CCU (Carbon Capture and Utilization) memanfaatkan CO2 untuk produksi bahan kimia, bahan bakar sintetis, atau enhanced oil recovery. Regulasi dan insentif karbon mendorong adopsi di banyak negara.
Layanan SIUJPTL.co.id
10 Pembangkit Utama Indonesia
PLTU Paiton
- Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
- 4608 MW
- PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
- Beroperasi
PLTU Batang
- Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
- 2000 MW
- PT Bhimasena Power Indonesia
- Beroperasi
PLTU Jawa 7
- Kab. Serang, Banten
- 2100 MW
- PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
- Beroperasi
PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)
- Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
- 660 MW
- PT Cirebon Electric Power
- Beroperasi
PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)
- Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
- 1320 MW
- PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
- Beroperasi