Fuel Cell
Fuel cell mengonversi energi kimia hidrogen menjadi listrik melalui reaksi elektrokimia, tanpa pembakaran. Efisiensi 40–60%, tanpa emisi jika menggunakan hidrogen murni. Cocok untuk pembangkit terdistribusi dan backup power.
Prinsip Kerja dan Jenis
Fuel cell memisahkan oksidasi dan reduksi di dua elektroda (anoda dan katoda) yang dipisahkan membran elektrolit. Hidrogen masuk anoda, teroksidasi menjadi proton dan elektron. Elektron mengalir melalui sirkuit eksternal (menghasilkan listrik); proton melewati membran. Di katoda, oksigen bereaksi dengan proton dan elektron membentuk air.
PEM (Proton Exchange Membrane) fuel cell beroperasi pada suhu rendah (60–80°C), cocok untuk mobil dan stasioner kecil. SOFC (Solid Oxide Fuel Cell) beroperasi 600–1000°C, dapat menggunakan gas alam dan biogas selain hidrogen, cocok untuk CHP dan pembangkit skala menengah.
Keunggulan fuel cell: efisiensi tinggi, tanpa emisi langsung (jika H2 murni), operasi senyap. Tantangan: biaya stack, umur komponen, infrastruktur hidrogen. Pasar fuel cell untuk pembangkit listrik dan backup power terus berkembang.
Principal seperti Bloom Energy, FuelCell Energy, dan produsen turbin (Siemens, Mitsubishi) mengembangkan solusi fuel cell terintegrasi. Integrasi dengan ekosistem hidrogen hijau menjadi fokus pengembangan.
Layanan SIUJPTL.co.id
10 Pembangkit Utama Indonesia
PLTU Paiton
- Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
- 4608 MW
- PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
- Beroperasi
PLTU Batang
- Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
- 2000 MW
- PT Bhimasena Power Indonesia
- Beroperasi
PLTU Jawa 7
- Kab. Serang, Banten
- 2100 MW
- PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
- Beroperasi
PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)
- Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
- 660 MW
- PT Cirebon Electric Power
- Beroperasi
PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)
- Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
- 1320 MW
- PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
- Beroperasi