Lockout Relay 86
Lockout Relay (LOR) 86 adalah relai proteksi yang berfungsi untuk mengunci (lockout) dan mengisolasi peralatan listrik secara permanen setelah terjadi gangguan berat, hingga di-reset secara manual oleh operator. Relai ini merupakan komponen kritis dalam sistem proteksi untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memastikan keamanan personel.
Pengertian, Fungsi, dan Prinsip Kerja
Lockout Relay (LOR) 86 adalah perangkat proteksi akhir yang bertindak sebagai 'pemutus sirkuit logika' dalam sistem kontrol dan proteksi. Tujuan utamanya bukan untuk mendeteksi gangguan secara langsung, tetapi untuk menerima sinyal trip dari berbagai relai proteksi lain (seperti relai diferensial, distance, atau overcurrent). Setelah menerima sinyal, LOR 86 akan menggerakkan sejumlah kontaknya yang secara fisik mengunci untuk memerintahkan pemutusan (trip) pemutus daya (circuit breaker) yang terkait dan seringkali juga mencegah penutupan kembali (reclosing) secara otomatis.
Prinsip kerjanya didasarkan pada desain 'hand-reset' atau 'manual reset'. Setelah aktif karena gangguan, relay ini akan tetap dalam kondisi terkunci meskipun sinyal trip dari relai proteksi awal telah hilang. Keadaan terkunci ini hanya dapat dikembalikan ke kondisi normal dengan cara di-reset secara manual oleh operator di lokasi. Fitur ini sangat penting untuk memastikan bahwa peralatan yang mengalami gangguan berat tidak dienergisasi kembali sebelum penyebab gangguan diperiksa dan ditangani, sehingga melindungi aset dan keselamatan kerja.
Penerapan dalam Sistem Ketenagalistrikan dan Pentingnya
Dalam konteks pembangkit listrik, transmisi, dan distribusi, LOR 86 memiliki peran sentral. Di pembangkit, relay ini dapat diaktifkan oleh proteksi generator (seperti loss of excitation, reverse power) atau proteksi transformator utama untuk mengisolasi unit pembangkit dari sistem. Pada gardu induk transmisi, LOR 86 sering dihubungkan dengan proteksi busbar atau proteksi transformator tenaga. Aktivasinya akan memerintahkan trip untuk semua pemutus daya yang terhubung ke busbar yang terganggu, mengisolasi bagian sistem yang bermasalah secara menyeluruh.
Pentingnya LOR 86 terletak pada filosofi 'fail-safe' dan keamanan prosedural. Dengan mengharuskan reset manual, relay ini memaksa dilakukannya inspeksi visual dan persetujuan operator sebelum sistem dioperasikan kembali. Hal ini mencegah kemungkinan penutupan otomatis berulang pada peralatan yang masih rusak, yang bisa berakibat pada kerusakan katastropik, kebakaran, atau membahayakan kru pemeliharaan. Standar proteksi sistem tenaga listrik, termasuk yang dirujuk oleh Kementerian ESDM dan PLN, mengakui fungsi lockout ini sebagai pertahanan terakhir yang vital untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan.
15 Kamus Lainnya
Automatic Voltage Regulator (AVR)
Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat atau sistem yang secara otomatis menjaga tegangan listrik pada nilai yang stabil dan konstan.…
Baca Detail »Black Start Capability
Black Start Capability adalah kemampuan pembangkit listrik untuk memulai operasi dan menghasilkan daya listrik tanpa bergantung pada sumber listrik eksternal…
Baca Detail »Bus Differential Protection
Bus Differential Protection adalah skema proteksi utama yang melindungi busbar di gardu induk dan pembangkit listrik. Ia bekerja dengan membandingkan…
Baca Detail »Distance Protection Relay
Distance Protection Relay adalah relai proteksi yang bekerja berdasarkan impedansi saluran untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan di sistem tenaga listrik.…
Baca Detail »Generator Step Up Transformer (GSU)
Generator Step Up Transformer (GSU) adalah transformator daya berkapasitas besar yang berfungsi menaikkan tegangan listrik keluaran generator pembangkit (misalnya 15…
Baca Detail »Governor Control System
Governor Control System adalah sistem kendali otomatis yang mengatur kecepatan putar dan daya keluaran turbin pada pembangkit listrik untuk menjaga…
Baca Detail »Heat Rate Performance
Heat Rate adalah parameter efisiensi termal pembangkit listrik yang mengukur konsumsi energi panas (bahan bakar) untuk menghasilkan satu unit energi…
Baca Detail »Isolated Phase Busduct (IPB)
Isolated Phase Busduct (IPB) adalah sistem konduktor berinsulasi gas yang dirancang untuk menyalurkan arus listrik sangat besar dari generator ke…
Baca Detail »Non Spinning Reserve
Non-Spinning Reserve adalah kapasitas pembangkit listrik yang dapat disiapkan dan disinkronkan ke sistem dengan cepat (biasanya dalam 10-30 menit) untuk…
Baca Detail »Power Factor Correction
Power Factor Correction (PFC) atau Koreksi Faktor Daya adalah teknik untuk meningkatkan faktor daya (cos φ) dengan mengurangi daya reaktif…
Baca Detail »Reactive Power Compensation
Reactive Power Compensation adalah teknik untuk mengatur daya reaktif (VAR) dalam sistem kelistrikan guna meningkatkan stabilitas tegangan, efisiensi transmisi, dan…
Baca Detail »Spinning Reserve Margin
Spinning Reserve Margin adalah kapasitas pembangkit listrik yang tersinkronisasi dengan sistem dan siap langsung digunakan untuk menanggapi fluktuasi beban atau…
Baca Detail »Station Service Transformer (SST)
Station Service Transformer (SST) adalah trafo daya khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik…
Baca Detail »Unit Auxiliary Transformer (UAT)
Unit Auxiliary Transformer (UAT) adalah trafo khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik atau…
Baca Detail »PLTU
PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) mengubah energi kimia bahan bakar (batu bara, gas, minyak) menjadi listrik melalui siklus Rankine. Bahan…
Baca Detail »Layanan SIUJPTL.co.id
IUJPTL Seluruh Indonesia
12 Pembangkit Utama Indonesia
PLTU Paiton
- Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
- 4608 MW
- PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
- Beroperasi
PLTU Batang
- Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
- 2000 MW
- PT Bhimasena Power Indonesia
- Beroperasi
PLTU Jawa 7
- Kab. Serang, Banten
- 2100 MW
- PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
- Beroperasi
PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)
- Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
- 660 MW
- PT Cirebon Electric Power
- Beroperasi
PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)
- Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
- 1320 MW
- PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
- Beroperasi
Artikel Terbaru
Pengembang Proyek Waste to Energy di Indonesia
Panduan pengembang proyek waste to energy: perizinan, peluang bisnis, dan regulasi ketenagalistrika…
29 Apr 2026
Baca artikel »
Tender Proyek Energi Terbarukan Indonesia: Panduan Lengkap
Pelajari tender proyek energi terbarukan Indonesia, syarat, izin, dan strategi menang tender sektor…
28 Apr 2026
Baca artikel »
Kebijakan Investasi Energi Pemerintah Indonesia Terbaru
Kebijakan investasi energi pemerintah Indonesia: arah, regulasi, peluang, dan dampaknya bagi pelaku…
27 Apr 2026
Baca artikel »
Peluang Investasi Energi Melalui Danantara
Peluang investasi energi melalui danantara, analisis potensi, regulasi, dan strategi masuk sektor k…
24 Apr 2026
Baca artikel »
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Analisis
Analisis proyek pembangkit listrik tenaga sampah: skema, regulasi, biaya, dan tantangan implementas…
23 Apr 2026
Baca artikel »
Investasi PLTSA Kota Besar: Peluang dan Risiko
Analisis investasi PLTSA kota besar: peluang, regulasi, biaya, dan tantangan proyek energi berbasis…
23 Apr 2026
Baca artikel »