Low Resistance Grounding

Low Resistance Grounding (Pentanahan Resistansi Rendah) adalah sistem pentanahan netral dengan menyambungkan titik netral sistem ke tanah melalui resistor bernilai rendah untuk membatasi arus gangguan tanah ke tingkat yang terkendali.

Pengertian dan Prinsip Kerja

Low Resistance Grounding (LRG) atau Pentanahan Resistansi Rendah adalah metode pentanahan sistem kelistrikan di mana titik netral (biasanya dari transformator atau generator) dihubungkan ke elektrode tanah melalui sebuah resistor yang memiliki nilai resistansi rendah, biasanya dalam rentang beberapa ohm hingga puluhan ohm. Tujuan utama penggunaan resistor ini bukan untuk menghilangkan arus gangguan sama sekali, melainkan untuk membatasi besarnya arus gangguan tanah ke tingkat yang dapat diprediksi dan dikendalikan, biasanya antara 100 A hingga 1000 A.

Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan tanah (ground fault) pada salah satu fasa, arus gangguan akan mengalir melalui resistor tersebut menuju tanah. Adanya resistor membatasi besarnya arus gangguan sehingga tidak setinggi pada sistem yang ditanahkan langsung (solidly grounded). Hal ini memberikan waktu bagi sistem proteksi (seperti relay gangguan tanah) untuk mendeteksi dan mengisolasi bagian sistem yang bermasalah dengan memerintahkan pemutus daya (circuit breaker) untuk membuka, tanpa harus menyebabkan kerusakan peralatan yang masif akibat arus hubung singkat yang sangat besar.

Sistem LRG umumnya diterapkan pada sistem distribusi dan pembangkit listrik tegangan menengah (misalnya 6 kV, 12 kV, atau 20 kV), di mana keseimbangan antara keandalan sistem, keamanan, dan biaya menjadi pertimbangan penting. Dengan membatasi arus gangguan, tegangan lebih sementara (transient overvoltage) pada fasa-fasa yang sehat juga dapat ditekan, sehingga melindungi isolasi peralatan dari stres yang berlebihan.

Keuntungan, Aplikasi, dan Perbandingan

Keuntungan utama penerapan Low Resistance Grounding adalah kemampuannya dalam mengurangi bahaya akibat busur api listrik (arc flash) dan kerusakan peralatan karena arus gangguan dibatasi. Sistem ini juga meningkatkan keandalan dengan memungkinkan pendeteksian gangguan tanah yang selektif, sehingga hanya bagian sistem yang terganggu saja yang diisolasi, sementara bagian lain tetap beroperasi. Selain itu, tegangan sentuh dan tegangan langkah pada saat gangguan menjadi lebih rendah dibandingkan sistem pentanahan tipe lain seperti high resistance grounding, sehingga meningkatkan aspek keselamatan personel.

Dalam konteks ketenagalistrikan di Indonesia, sistem ini relevan diaplikasikan pada jaringan distribusi tegangan menengah milik PLN, terutama pada sistem kelistrikan di industri, gedung komersial besar, dan pembangkit listrik. LRG cocok untuk sistem yang memiliki komponen kapasitansi besar terhadap tanah, di mana arus gangguan kapasitif dapat signifikan. Sistem ini memungkinkan penggunaan peralatan proteksi arus lebih konvensional untuk mendeteksi gangguan tanah, karena arus yang dihasilkan cukup besar.

Jika dibandingkan dengan Solidly Grounded (Pentanahan Langsung), LRG menghasilkan arus gangguan yang lebih kecil sehingga mengurangi kerusakan pada titik gangguan. Dibandingkan dengan High Resistance Grounding (Pentanahan Resistansi Tinggi), LRG memungkinkan pemutusan segera saat gangguan terjadi karena arus yang dihasilkan cukup untuk menggerakkan relay proteksi arus lebih, sementara HRG sering dirancang untuk membiarkan sistem tetap beroperasi sementara untuk waktu terbatas saat gangguan pertama terjadi. Pemilihan jenis pentanahan ini merupakan keputusan teknik yang mempertimbangkan kontinuitas layanan, keselamatan, dan proteksi aset.

15 Kamus Lainnya

Automatic Voltage Regulator (AVR)

Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat atau sistem yang secara otomatis menjaga tegangan listrik pada nilai yang stabil dan konstan.…

Baca Detail »

Black Start Capability

Black Start Capability adalah kemampuan pembangkit listrik untuk memulai operasi dan menghasilkan daya listrik tanpa bergantung pada sumber listrik eksternal…

Baca Detail »

Bus Differential Protection

Bus Differential Protection adalah skema proteksi utama yang melindungi busbar di gardu induk dan pembangkit listrik. Ia bekerja dengan membandingkan…

Baca Detail »

Distance Protection Relay

Distance Protection Relay adalah relai proteksi yang bekerja berdasarkan impedansi saluran untuk mendeteksi dan mengisolasi gangguan di sistem tenaga listrik.…

Baca Detail »

Generator Step Up Transformer (GSU)

Generator Step Up Transformer (GSU) adalah transformator daya berkapasitas besar yang berfungsi menaikkan tegangan listrik keluaran generator pembangkit (misalnya 15…

Baca Detail »

Governor Control System

Governor Control System adalah sistem kendali otomatis yang mengatur kecepatan putar dan daya keluaran turbin pada pembangkit listrik untuk menjaga…

Baca Detail »

Heat Rate Performance

Heat Rate adalah parameter efisiensi termal pembangkit listrik yang mengukur konsumsi energi panas (bahan bakar) untuk menghasilkan satu unit energi…

Baca Detail »

Isolated Phase Busduct (IPB)

Isolated Phase Busduct (IPB) adalah sistem konduktor berinsulasi gas yang dirancang untuk menyalurkan arus listrik sangat besar dari generator ke…

Baca Detail »

Non Spinning Reserve

Non-Spinning Reserve adalah kapasitas pembangkit listrik yang dapat disiapkan dan disinkronkan ke sistem dengan cepat (biasanya dalam 10-30 menit) untuk…

Baca Detail »

Power Factor Correction

Power Factor Correction (PFC) atau Koreksi Faktor Daya adalah teknik untuk meningkatkan faktor daya (cos φ) dengan mengurangi daya reaktif…

Baca Detail »

Reactive Power Compensation

Reactive Power Compensation adalah teknik untuk mengatur daya reaktif (VAR) dalam sistem kelistrikan guna meningkatkan stabilitas tegangan, efisiensi transmisi, dan…

Baca Detail »

Spinning Reserve Margin

Spinning Reserve Margin adalah kapasitas pembangkit listrik yang tersinkronisasi dengan sistem dan siap langsung digunakan untuk menanggapi fluktuasi beban atau…

Baca Detail »

Station Service Transformer (SST)

Station Service Transformer (SST) adalah trafo daya khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik…

Baca Detail »

Unit Auxiliary Transformer (UAT)

Unit Auxiliary Transformer (UAT) adalah trafo khusus yang menyediakan daya listrik untuk peralatan bantu (auxiliary) di dalam pembangkit listrik atau…

Baca Detail »

PLTU

PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) mengubah energi kimia bahan bakar (batu bara, gas, minyak) menjadi listrik melalui siklus Rankine. Bahan…

Baca Detail »

12 Pembangkit Utama Indonesia

PLTU Paiton

  • Probolinggo & Situbondo, Jawa Timur
  • 4608 MW
  • PT PLN Nusantara Power, PT Paiton Energy, PT Jawa…
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Suralaya

  • Pulomerak, Cilegon, Banten
  • 3440 MW
  • PT Indonesia Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Batang

  • Ujungnegoro, Kab. Batang, Jawa Tengah
  • 2000 MW
  • PT Bhimasena Power Indonesia
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Jawa 7

  • Kab. Serang, Banten
  • 2100 MW
  • PT SGPJB (Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Tanjung Jati B

  • Jepara, Jawa Tengah
  • 1320 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 1 (Jawa-1)

  • Desa Kanci, Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 660 MW
  • PT Cirebon Electric Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Cirebon 2

  • Kab. Cirebon, Jawa Barat
  • 1000 MW
  • PT Cirebon Energi Prasarana
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Sumsel-8 (Tanjung Lalang)

  • Desa Tanjung Lalang, Muara Enim, Sumatera Selatan
  • 1320 MW
  • PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP)
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Indramayu

  • Kab. Indramayu, Jawa Barat
  • 990 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Rembang

  • Kab. Rembang, Jawa Tengah
  • 630 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Tanjung Awar-Awar

  • Tuban, Jawa Timur
  • 700 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

PLTU Pacitan

  • Pacitan, Jawa Timur
  • 630 MW
  • PT PLN Nusantara Power
  • Beroperasi
Detail »

Artikel Terbaru

Tender Proyek Energi Terbarukan Indonesia: Panduan Lengkap

Tender Proyek Energi Terbarukan Indonesia: Panduan Lengkap

Pelajari tender proyek energi terbarukan Indonesia, syarat, izin, dan strategi menang tender sektor…

28 Apr 2026

Baca artikel »
Kebijakan Investasi Energi Pemerintah Indonesia Terbaru

Kebijakan Investasi Energi Pemerintah Indonesia Terbaru

Kebijakan investasi energi pemerintah Indonesia: arah, regulasi, peluang, dan dampaknya bagi pelaku…

27 Apr 2026

Baca artikel »
Peluang Investasi Energi Melalui Danantara

Peluang Investasi Energi Melalui Danantara

Peluang investasi energi melalui danantara, analisis potensi, regulasi, dan strategi masuk sektor k…

24 Apr 2026

Baca artikel »
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Analisis

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Analisis

Analisis proyek pembangkit listrik tenaga sampah: skema, regulasi, biaya, dan tantangan implementas…

23 Apr 2026

Baca artikel »
Investasi PLTSA Kota Besar: Peluang dan Risiko

Investasi PLTSA Kota Besar: Peluang dan Risiko

Analisis investasi PLTSA kota besar: peluang, regulasi, biaya, dan tantangan proyek energi berbasis…

23 Apr 2026

Baca artikel »
Proyek Energi Strategis Nasional: Panduan Lengkap

Proyek Energi Strategis Nasional: Panduan Lengkap

Panduan proyek energi strategis nasional: regulasi, perizinan, dan peluang usaha ketenagalistrikan …

22 Apr 2026

Baca artikel »